ITS Buka Beasiswa Palestina, Pendidikan Menjadi Solidaritas

ITS Surabaya memberikan fasilitas beasiswa untuk mahasiswa Palestina. - Dok. ITS
Di tengah dunia yang makin terfragmentasi oleh konflik, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memilih menegaskan posisinya: pendidikan tetap harus melintasi batas geopolitik dan kemanusiaan.

Guna meneguhkan komitmen sebagai World Class University (WCU), ITS menyiapkan beasiswa bagi 100 mahasiswa asal Palestina. Program ini dirancang sebagai kerja sama antara ITS, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, dan Ikatan Alumni (IKA) ITS, mencakup bantuan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup selama masa studi di Surabaya.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, MSc Eng, PhD, menyebut program ini sebagai wujud keterbukaan kampus terhadap mahasiswa internasional, sekaligus ekspresi solidaritas keluarga besar ITS kepada warga Palestina yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat konflik berkepanjangan.

“Dengan kerja sama seluruh pihak, kita dapat mewujudkan inklusivitas pendidikan global,” ujar Bambang, Jumat (19/12/2025).

Bacaan Lainnya
Pendidikan sebagai Ruang Aman Global

Bagi ITS, beasiswa ini bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat peran kampus di tingkat global. Bambang menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh berdiri netral secara moral ketika akses terhadap pendidikan terhambat oleh situasi politik dan kemanusiaan.

Skema beasiswa tersebut akan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kapasitas pendanaan yang tersedia. Pada jenjang sarjana (S1), ITS menargetkan penerimaan hingga 100 mahasiswa asal Palestina dengan pembebasan penuh biaya pendidikan. Untuk jenjang magister (S2), disiapkan kuota 12 mahasiswa, sementara jenjang doktoral (S3) akan menerima 10 mahasiswa.

Distribusi kuota ini, menurut Bambang, mencerminkan dua hal sekaligus: kebutuhan mendesak akan pendidikan dasar tinggi bagi generasi muda Palestina, serta upaya ITS membangun kontribusi akademik di level riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Seleksi dan Adaptasi Akademik

Dalam pelaksanaannya, ITS tetap menerapkan standar akademik yang berlaku bagi mahasiswa internasional. Salah satu tahapan seleksi utama adalah kemampuan bahasa Inggris, yang diukur melalui capaian nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL).

Bambang menjelaskan, penguasaan bahasa Inggris menjadi prasyarat awal agar mahasiswa Palestina dapat mengikuti program pembelajaran transisi. Pada tahap ini, mahasiswa akan dipersiapkan untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik ITS sebelum masuk ke sistem perkuliahan reguler yang sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia.

Pos terkait