ITS Buka Beasiswa Palestina, Pendidikan Menjadi Solidaritas

ITS Surabaya memberikan fasilitas beasiswa untuk mahasiswa Palestina. - Dok. ITS

“Tujuannya bukan sekadar seleksi, tetapi memastikan mereka benar-benar siap secara akademik dan psikologis,” ujar dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian institusi dalam memastikan bahwa solidaritas kemanusiaan berjalan seiring dengan kualitas pendidikan. ITS, dalam hal ini, tidak menurunkan standar, melainkan menyediakan jembatan agar mahasiswa dari latar belakang konflik tetap dapat mengejar prestasi akademik secara optimal.

Peran Alumni dan Filantropi Kampus

Keterlibatan YMI ITS dan IKA ITS menjadi penopang penting dalam realisasi program ini. Dukungan alumni tidak hanya berbentuk pendanaan, tetapi juga jejaring sosial dan pendampingan kultural bagi mahasiswa Palestina selama tinggal di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Di sinilah solidaritas kampus menemukan bentuk yang lebih konkret: pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut pada upaya memastikan mahasiswa asing merasa aman, diterima, dan memiliki ruang untuk tumbuh.

Bagi ITS, keterlibatan alumni juga menegaskan bahwa visi World Class University tidak hanya diukur dari peringkat internasional, tetapi dari kapasitas institusi membangun ekosistem akademik yang berempati dan berkelanjutan.

Sejalan dengan Agenda Global

Program beasiswa ini juga ditempatkan ITS dalam kerangka pembangunan global. Bambang menyebut inisiatif tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-10 mengenai Mengurangi Ketimpangan.

Dalam konteks global yang ditandai ketimpangan akses pendidikan, keberadaan mahasiswa Palestina di kampus ITS menjadi simbol kecil dari upaya meretas ketidaksetaraan. Pendidikan, dalam pandangan ini, bukan hanya instrumen mobilitas sosial, tetapi juga medium diplomasi kemanusiaan.

Harapannya, mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di ITS kelak tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga pengetahuan, jejaring, dan pengalaman lintas budaya yang dapat berkontribusi bagi pembangunan masyarakat mereka sendiri.

Meneguhkan Makna Kampus Dunia

Melalui program ini, ITS berupaya menegaskan bahwa predikat World Class University bukan semata soal reputasi akademik, melainkan keberanian mengambil peran di tengah persoalan global. Ketika konflik menutup ruang belajar di satu wilayah, kampus di wilayah lain dipanggil untuk membuka pintu.

Surabaya, lewat ITS, menjadi salah satu pintu itu—tempat pendidikan dijadikan bahasa universal yang melampaui perbedaan bangsa, politik, dan tragedi.***

Pos terkait