Ponorogo Resmi Jadi Kota Kreatif Dunia UNESCO, Lengkapi Status Reog sebagai Warisan Budaya Dunia

Reog Ponorogo kini menari di panggung dunia — dari warisan budaya ke ekosistem kreatif global. - Dok. Istimewa
UNESCO menetapkan Ponorogo sebagai bagian dari Creative Cities Network dunia—mengukuhkan Reog bukan hanya warisan, tapi pusat ekosistem kreatif yang hidup.

Kabar membanggakan datang dari timur Pulau Jawa. Ponorogo resmi menjadi salah satu dari 58 kota baru yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN), jaringan global yang menaungi 408 kota kreatif dunia. Pengumuman itu disampaikan langsung melalui situs resmi unesco.org pada Jumat (1/11).

Capaian ini meneguhkan posisi Ponorogo di peta kebudayaan dunia, melengkapi pengakuan sebelumnya atas Reog Ponorogo sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO. Kini, Ponorogo tak hanya dikenal karena warisan budayanya, tapi juga karena ekosistem kreatifnya yang hidup dan berdaya saing global.

“Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Ponorogo,” ujar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko atau Kang Giri, Sabtu (1/11).

Bacaan Lainnya

“Gelar Kota Kreatif UNESCO kategori kerajinan dan seni rakyat adalah pengakuan terhadap ekosistem budaya kita yang berkelanjutan dan berakar kuat—mulai dari seni pertunjukan, kerajinan, hingga kriya.”

Menurutnya, pengakuan dari UNESCO menjadi simbol bahwa kreativitas yang tumbuh dari tradisi Reog Ponorogo mampu membentuk industri kreatif yang resilien.

“Reog Ponorogo bukan sekadar tarian. Ia sumber inspirasi bagi seluruh insan kreatif. Pengakuan ganda ini akan memperkuat citra Ponorogo di mata dunia dan membuka jalan untuk kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta investasi di sektor budaya,” imbuhnya.

UNESCO menilai Ponorogo layak masuk kategori crafts and folk art karena kekuatan ekosistem reog yang terintegrasi. Seni pertunjukan ini tidak hanya melibatkan para penari dan pemain musik, tetapi juga para perajin kriya yang memproduksi dadak merak, topeng Bujangganong, kostum, dan perangkat gamelan.

Lebih dari itu, ekosistem Reog Ponorogo memberikan dampak ekonomi nyata. Tercatat 23.840 pelaku seni pertunjukan hidup dari sektor ini, dengan omset tahunan mencapai Rp150 miliar. Sementara industri kriya Reog melibatkan 273 pelaku usaha dan menghasilkan omset sekitar Rp6,4 miliar per tahun.

Pos terkait