Presiden Prabowo minta bahasa Portugis diajarkan di sekolah, tapi DPR dan pakar pendidikan menilai perlu dikaji ulang agar tak jadi proyek simbolik semata.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar bahasa Portugis masuk dalam daftar bahasa asing prioritas di sekolah-sekolah Indonesia. Instruksi ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10).
“Brasil menjadi salah satu mitra penting bagi Indonesia, dan saya instruksikan agar bahasa Portugis diajarkan di sekolah-sekolah kita,” ujar Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan, Kamis (23/10).
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut keputusan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas jejaring diplomasi Indonesia.
“Bahasa Portugis membuka ruang kerja sama dengan lusofon—negara-negara berbahasa Portugis—yang tersebar di empat benua, mulai dari Brasil, Portugal, Angola, Mozambik, hingga Timor Leste,” kata Juru Bicara Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (24/10).
Iqbal menambahkan, penguasaan bahasa asing bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga strategi diplomasi jangka panjang. “Dengan memahami Portugis, Indonesia memperluas cakupan interaksi di dunia Global South dan memperkuat hubungan antarkawasan,” ujarnya.
DPR Minta Program Diuji Dulu
Dari pihak legislatif, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut baik inisiatif itu namun menekankan perlunya kajian menyeluruh sebelum diterapkan.
“Kami menyambut baik upaya pemerintah memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik. Tapi manfaat strategisnya harus jelas, termasuk relevansinya terhadap kebutuhan masa depan siswa,” kata Hetifah, dikutip dari detikNews, Jumat (24/10).
Ia juga menyarankan agar program ini diujicobakan di wilayah yang memiliki kedekatan historis dengan dunia lusofon.
“Idealnya, pengajaran bahasa Portugis ini diujicobakan lebih dulu di daerah seperti Nusa Tenggara Timur, yang punya kedekatan budaya dan sejarah,” ujar Hetifah.





