Audit teknis dilakukan buntut ambruknya gedung Ponpes Al-Khoziny, sekaligus untuk memastikan keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk mengaudit kondisi fisik pondok pesantren yang dinilai rawan ambruk. Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyusul insiden runtuhnya gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, akhir September lalu.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, tahap pertama audit akan mencakup 80 pesantren. “Kita sampaikan tadi adalah anggaran untuk me-review, 80 sampling pertama yang batch 1 tadi, itu sekitar Rp25 miliaran,” ujar Dody dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Jumat (17/10).
Selain audit bangunan, pemerintah juga menyiapkan Rp8 miliar untuk pelatihan dasar bidang konstruksi bagi 25 ribu santri di 10 provinsi. “Nggak terlalu mahal lah itu. Jadi kita masih ada dana yang belum terpakai, nanti kita pakai dari situ,” tambah Dody.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyebut langkah ini sebagai bentuk vokasi awal bagi para santri.
“Menteri PU dan jajaran siap melatih, menambah skill para santri yang usia minimum 18 tahun untuk menjadi tambahan ilmu pengetahuan dan vokasi,” ujarnya di kesempatan yang sama.
Menurut Cak Imin, pelatihan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk untuk menertibkan pembangunan pondok pesantren agar sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku.***





