Pemkot Surabaya memastikan APBD 2026 akan lebih ramping lewat efisiensi anggaran. Dana hasil efisiensi itu bakal digeser ke program-program prioritas yang langsung dirasakan masyarakat.
__________
Pemkot Surabaya menegaskan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 akan difokuskan pada efisiensi anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Lilik Arijanto, menyampaikan draft Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sudah masuk, dengan arahan Wali Kota Eri Cahyadi agar setiap pos anggaran dipangkas secara detail.
“Komitmen Pak Wali Kota, kita harus bisa mendetailkan dari anggaran tahun 2026 untuk dilakukan efisiensi,” ujar Lilik, Rabu (17/9).
Hasil efisiensi, jelas Lilik, akan diprioritaskan untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti perbaikan jalan kampung, penerangan jalan umum, hingga bantuan sosial bagi kelompok rentan.
“Sehingga efisiensi ini bisa dimanfaatkan yang lain untuk yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” imbuhnya.
Ia menegaskan, sejumlah pos anggaran sudah mulai dipangkas sejak 2025, termasuk perjalanan dinas. “Untuk perjalanan dinas, sudah dikurangi banyak,” tegasnya.
Meski ada proyek besar seperti Flyover Taman Pelangi, APBD 2026 juga akan menitikberatkan pada pembangunan fasilitas dasar. Program penanganan jalan lingkungan dan penerangan jalan disebut jadi prioritas.
Selain itu, Pemkot Surabaya memastikan akan memperkuat bantuan sosial, termasuk untuk anak putus sekolah. “Kayak bantuan-bantuan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata Lilik.
Di sisi pendapatan, Pemkot menargetkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. “PAD tahun depan dari sekarang ada peningkatan,” pungkas Lilik.***





