Kapolri Buka Pintu Masukan Baru dalam Kasus Kematian Diplomat Arya Daru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. - Tangkapan Layar Instagram @listyosigitprabowo
Polri siap menelusuri bukti amplop gabus hingga akun WhatsApp dan Instagram Arya Daru yang kembali aktif. Keluarga mendesak agar kasus ini segera terang.

__________

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri terbuka dengan masukan apa pun dalam penyelidikan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP).

Ia menekankan, bukti tambahan yang disebut pihak keluarga, mulai dari amplop berisi gabus hingga akun WhatsApp dan Instagram Arya yang kembali aktif, bisa dijadikan materi baru dalam penyelidikan.

Bacaan Lainnya

“Prinsipnya Polri terbuka untuk menerima masukan dari manapun,” kata Sigit dalam keterangan resmi, Selasa, 26 Agustus 2025.

Sigit juga memastikan pelibatan Mabes Polri hingga pihak eksternal bukan hal yang tertutup. “Termasuk melibatkan Mabes Polri dan juga pihak eksternal untuk ikut memberikan pendampingan agar peristiwa yang terjadi betul-betul bisa terang benderang. Bisa terungkap, dan bisa dipertanggungjawabkan secara scientific dan tidak terbantahkan ke keluarga korban dan publik,” ujarnya.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut semua informasi tambahan bisa menjadi landasan pengembangan kasus. “Apakah ini memang merupakan temuan baru, perkembangan baru, ataukah sifatnya komprehensif, tentu bisa menjadi bagian daripada kelengkapan proses penyelidikan pada tahap pertama,” kata Trunoyudo.

Ia menegaskan, Polri mengedepankan penyelidikan ilmiah agar semua masukan bisa disaring secara objektif. Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Ia menekankan pihaknya siap menerima informasi sekecil apa pun, termasuk dari keluarga korban.

“Sekecil apa pun informasi, ditampung oleh penyelidik, kemudian dilakukan pendalaman,” ujar Ade Ary. Ia bahkan mempersilakan pihak keluarga datang langsung ke Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan tambahan.

Sebelumnya, keluarga Arya Daru dalam konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu, 23 Agustus 2025, meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan menginstruksikan Kapolri, Panglima TNI, hingga Kementerian Luar Negeri untuk menjelaskan penyebab kematian ADP. Mereka berharap misteri kasus ini segera terungkap agar mendiang dan keluarga memperoleh keadilan.***

Pos terkait