Diplomat Muda Tewas Terlakban: Anggota DPR Menduga Dibunuh, Minta Polisi Bongkar Motifnya

Fungsional Diplomat Muda Kemenlu RI, Arya Daru Pangayunan. | X.com/@IndonesiaPenang
Anggota DPR TB Hasanuddin menduga kematian diplomat muda Arya Daru bukan bunuh diri. Alasannya, waktu ditemukan wajahnya dilakban, dan dia sedang bersiap bertugas ke Eropa. DPR meminta polisi membongkar kasus ini secara tuntas.

__________

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengaku, menurut informasi yang dia terima, kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39)—yang ditemukan tewas dengan wajah terlilit lakban di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat—mengarah pada dugaan pembunuhan. 

“Dia diplomat muda yang berprestasi. Bahkan, pernah menjadi saksi dalam kasus perdagangan orang (TPPO). Saya tidak percaya ini bunuh diri,” ujar politisi PDIP itu, Jumat, 11 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tak ada tanda-tanda Arya sedang tertekan. Ia justru sedang bergembira dan bersiap menjalani tugas luar negeri. “Dia baru belanja perlengkapan mutasi ke Eropa. Mana mungkin dalam kondisi seperti itu mendadak bunuh diri?” katanya.

TB Hasanuddin pun mendesak aparat kepolisian mengusut kasus ini secara transparan dan cepat. “Bisa jadi ini pembunuhan. Tapi motifnya belum terungkap. Polisi harus serius menyelidiki agar misteri ini segera terbuka,” tegasnya.

Testimoni Seorang Warganet yang Mengaku Keponakan Korban

Dugaan pembunuhan juga ramai dibicarakan di media sosial. Seorang warganet bernama Arya Nayaka, yang mengaku sebagai keponakan korban, menyebut Arya Daru sedang menangani kasus TPPO di Kamboja sebelum ditemukan tewas. 

Ia menyerukan tagar #JusticeForDaru agar publik ikut mendorong penuntasan kasus ini.

Om Daru adalah diplomat yang sangat berdedikasi. Kami tidak akan tinggal diam. Kami ingin kebenaran terungkap,” tulisnya dalam unggahan di platform X, Sabtu, 12 Juli 2025.

Di sisi lain, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, membantah Arya Daru terlibat dalam penanganan TPPO di Kamboja. Namun ia membenarkan bahwa Arya pernah menangani kasus TPPO di Jepang, meski kasus itu telah lama selesai.

Menanggapi spekulasi ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan pihaknya masih mendalami seluruh aspek aktivitas korban. Ia belum bisa memastikan ada atau tidaknya kaitan dengan kasus TPPO.

Pos terkait