Hi-Tech Mall Surabaya Siap Buka Lembaran Baru: Dari Pusat Gadget ke Rumah Kreativitas Anak Muda Surabaya

Suasana Hitech Mall Surabaya yang kini kian sepi. Bangunan ini bakal direvitalisasi Pemkot Surabaya menjadi ajang kreativitas anak muda. | Dok. Istimewa
Dulu diburu pencari laptop, kini ditunggu para seniman, gamer, dan kreator muda. Hi-Tech Mall bersiap hidup lagi dengan wajah yang sama sekali berbeda.

__________

Hi-Tech Mall, ikon lama Surabaya yang dulu berjaya sebagai pusat penjualan komputer, laptop, dan handphone, kini bersiap membuka lembaran baru. Setelah bertahun-tahun mati suri, gedung legendaris itu akan disulap menjadi pusat industri kreatif yang ramah anak muda.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa wajah baru Hi-Tech Mall akan menjadi ruang kolaborasi yang menyatukan teknologi, seni, kuliner, hingga budaya urban. “Kami sepakat, tempat ini akan menjadi pusat industri kreatif anak muda,” ujarnya. Di bagian depan bangunan, akan dibuka ruang konser, area kuliner, hingga lapak bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sekitar lokasi.

Bacaan Lainnya

Revitalisasi ini tak dilakukan sendirian. Pemerintah Kota menggandeng komunitas-komunitas Surabaya untuk merancang fungsi tiap lantai secara spesifik. Basement akan diubah menjadi atrium acara sekaligus area komersial komunitas. Lantai dasar tetap mempertahankan identitas lamanya sebagai pusat IT, gaming, dan teknologi digital. Di sinilah para pengembang game muda Surabaya akan diberi ruang untuk berkarya dan menampilkan inovasi mereka.

Naik ke lantai 1, pengunjung akan menemukan dunia kreatif media dan desain. Lantai 2 akan jadi pusat seni budaya—ruang bagi pertunjukan tari, musik, dan ekspresi budaya lainnya. Sedangkan lantai 3 disiapkan sebagai ruang rekreasi dan sportainment indoor, dengan pengembangan yang akan melibatkan investor swasta.

Menariknya, bioskop lama di dalam mall juga tidak akan dibongkar. Fungsinya diubah menjadi ruang pemutaran film karya sineas muda Surabaya, lengkap dengan fasilitas penjualan tiket di tempat. “Kami ingin tempat ini menjadi ramai dan benar-benar dimiliki anak muda,” kata Eri.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, fasilitas pendukung juga disiapkan. Musala akan tersedia di setiap lantai, termasuk satu musala besar di lantai dasar untuk salat Jumat. Area makanan dan minuman (FnB) akan tersebar di seluruh lantai agar pengunjung tak perlu jauh-jauh mencari.

Pos terkait