Ketegangan India dan Pakistan memuncak usai serangan teroris di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India, menewaskan 26 orang pada 22 April 2025. Sebagai balasan, India meluncurkan serangan rudal ke tujuh lokasi di wilayah Pakistan, termasuk Kashmir dan provinsi Punjab. Siapa yang lebih unggul dalam kekuatan militer?
____________
Kekuatan militer India unggul dalam jumlah personel dan anggaran, namun ketegangan kedua negara tetap menjadi ancaman besar bagi Asia karena sama-sama memiliki senjata nuklir. Berdasarkan data Global Firepower 2025 dikutip dari Al Jazeera, India menempati peringkat keempat kekuatan militer dunia, sementara Pakistan di peringkat ke-12.
Dari segi jumlah personel militer, India jauh unggul dengan total 5,1 juta personel, hampir tiga kali lipat dari Pakistan yang hanya 1,7 juta. Meski begitu, kedua negara tidak memberlakukan wajib militer.
Dalam aspek udara, India memiliki 2.229 pesawat militer, dibandingkan dengan 1.399 milik Pakistan. Di darat, India unggul dengan 3.151 tank tempur, sementara Pakistan memiliki 1.839. Di laut, India juga lebih dominan dengan 293 aset angkatan laut, dibandingkan dengan 121 milik Pakistan.
Pada 2024, India mengalokasikan USD86 miliar untuk militernya, setara 2,3 persen dari PDB, menjadikannya negara dengan pengeluaran militer terbesar kelima di dunia. Pakistan, meski hanya mengalokasikan USD10,2 miliar, pengeluarannya setara 2,7 persen dari PDB—persentase yang lebih tinggi dibanding India.
Perlombaan Senjata Nuklir
Kedua negara memiliki senjata nuklir. India menguji coba nuklir pertamanya pada 1974 dan menyusul lima uji coba lagi pada 1998. Pakistan segera merespons dengan uji coba pertamanya pada tahun yang sama. Sejak saat itu, keduanya terlibat dalam perlombaan senjata nuklir.
Pada 2023, India menghabiskan sekitar USD2,7 miliar untuk senjata nuklir, sedangkan Pakistan sekitar USD1 miliar. India telah mengembangkan rudal jarak jauh dan rudal berbasis kapal serta kapal selam, sebagian besar bekerja sama dengan Rusia. Sementara itu, Pakistan fokus pada rudal balistik jarak pendek hingga menengah dengan bantuan teknis signifikan dari Tiongkok.
India adalah importir senjata terbesar kedua dunia dari 2020–2024, setelah Ukraina. Sebagian besar senjata India berasal dari Rusia (36%), disusul Prancis, Israel, dan Amerika Serikat. Di sisi lain, Pakistan mencatatkan peningkatan impor senjata hingga 61 persen dalam periode yang sama. Tiongkok menyumbang 81% dari total impor senjata Pakistan.
Ketegangan terbaru menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di Asia Selatan, terutama ketika dua negara bermusuhan memiliki kekuatan militer besar dan senjata nuklir. Dengan sejarah panjang konflik, agresi lintas perbatasan, dan saling klaim wilayah, setiap gesekan berpotensi menjadi pemicu eskalasi besar—bahkan menyentuh ambang perang terbuka yang bisa berujung bencana global.
Apakah dunia siap menghadapi kemungkinan perang antara dua negara berkekuatan nuklir di abad ke-21?



