Awas, Jebakan ‘Zona Nyaman’ AI! Pakar Beri Tips agar Terhindar

Ilustrasi pelajar kecanduan menggunakan bantuan AI. | gettingsmart.com
Praktisi dan Pemerhati Digital Motulz Anto membagikan tips agar para pelajar Indonesia tidak terjebak di ‘zona nyaman’ dalam pemanfaatan kecerdasan biatan atau artificial intelligence (AI). Agar pelajar tetap mampu mengembangkan kreativitasnya.

__________

Menurut Anto, pelajar harus tetap mengandalkan kemampuan akalnya dalam memanfaatkan AI.

“Para pelajar ini harus ingat yang namanya belajar itu boleh salah. Jangan takut untuk berbuat salah dalam mengerjakan tugas. AI jadi bahaya kalau pelajar terbiasa pakai AI supaya tidak salah. Supaya tidak terjebak dalam hal itu, maka belajarlah untuk berani mencoba,” kata Anto dalam Seminar “Revolusi Kreatif Menghadirkan Imajinasi Manusia di Dunia Digital” di Museum Penerangan TMII, Jakarta Timur, Selasa, 15 April 2025.

Bacaan Lainnya

Anto menyoroti penggunaan AI di kalangan pelajar yang terkesan menciptakan ketergantungan untuk mengerjakan tugas. Padahal, AI, menurutnya, hanya alat yang bisa berguna dengan arahan yang tepat dari pengguna.

Anto menyebut, salah satu keunggulan akal manusia dibandingkan dengan AI ialah imajinasi. Menurutnya, pelajar yang merupakan generasi muda memiliki banyak imajinasi yang apabila dituangkan dengan kreativitas yang tepat maka akan berguna menghasilkan karya dan hal itu tidak dimiliki AI.

Anto juga berpendapat AI yang kini terkesan sangat pintar itu, pada dasarnya adalah teknologi yang diolah dengan data. Dan semua data itu tentunya tidak bisa mengalahkan perkembangan imajinasi manusia.

Oleh karena itu, ia optimistis pelajar masa kini yang fasih menggunakan teknologi seperti AI harusnya bisa dengan bijak memanfaatkan AI. Apalagi setelah memahami keunggulan imajinasi manusia dibandingkan dengan AI.

“Jadi, perlu diingat kembali, AI adalah alat dan kita memiliki keunggulan perasaan yang dimiliki manusia dan juga pemikiran kita yang disebut imajinasi. Manusia yang diberi anugerah imajinasi membayangkan yang sebelumnya tidak menjadi ada, berbeda dengan AI yang dibor dengan database. Itulah kelebihan manusia,” kata Anto.

Jadi, di balik penjelasan pakar di atas, bisa disimpulkan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi bisa jadi manusia yang tidak mampu beradaptasi dengan AI akan tergantikan! ***

Pos terkait