Banyak pengusaha kaya di Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan membuka rekening di sejumlah bank Swiss dalam beberapa bulan belakangan. Menurut investor dan perbankan, fenomena ini merupakan bagian dari upaya “de-Amerikanisasi”—atau melalukan diversifikasi dalam portofolio mereka.
__________
Mengutip CNBC International, Pierre Gabris, CEO Alpen Partners International, sebuah perusahaan konsultan keuangan asal Swiss, mengatakan jika para pengusaha AS itu datang dalam beberapa gelombang.
“Saat Obama terpilih, kami melihat gelombang besar. Covid juga pemicu gelombang berikutnya. Kini tarif dan ketegangan ekonomi menciptakan gelombang baru,” kata Gabris, dikutip Ahad, 20 April 2025.
Menurut dia, banyak investor AS tertarik memindahkan dana ke Swiss karena mereka yakin dolar AS akan terus melemah akibat beban utang nasional AS yang terus membengkak.
Daya tarik Swiss, kata dia, terletak pada stabilitas ekonomi, politik yang netral, mata uang yang kuat, serta sistem hukum yang andal.
Selain alasan ekonomi, orang-orang kaya AS ini juga termotivasi situasi politik di dalam negeri. Mereka mengkhawatirkan penurunan supremasi hukum di bawah pemerintah Donald Trump.
Tak sedikit juga yang beralasan untuk membeli emas fisik, memanfaatkan reputasi Swiss sebagai pusat penyimpanan emas.
Dalam pandangan Gabris, fenomena ini juga merupakan “rencana cadangan”. Para pengusaha itu ingin mencari peluang izin tinggal atau kewarganegaraan kedua di Eropa dan mempertimbangkan pembelian properti.
Sebagai informasi, membuka rekening di bank Swiss dinilai cukup mudah. Namun demikian, tetap harus mematuhi peraturan pengungkapan data yang ketat dari pemerintah AS.
Kendati bank besar AS tidak bisa langsung membuka rekening Swiss bagi klien mereka, mitra Swiss yang terdaftar di Komisi Sekuritas dan Bursa AS bisa menerima investor asal Amerika.
Salah satu bank swasta Swiss, Pictet, mengungkapkan, mereka mendapatkan permintaan dari klien asal AS yang jumlahnya meningkat signifikan. Sementara Vontobel SFA, yang diyakini sebagai bank Swiss terbesar, yang terdaftar di SEC untuk klien asal AS, menolak berkomentar.
Pembukaan rekening di Swiss sering dikaitkan dengan upaya menghindari pajak. Namun, proses pajak itu kini telah diatur secara hukum dan lebih umum, dengan formulir pajak yang transparan.
“Banyak orang Amerika mulai menyadari bahwa 100 persen portofolio mereka dalam bentuk dolar AS, mereka mulai berpikir, ‘mungkin saya harus mendiversifikasi’,” kata Gabris.***





