Badan Gizi Nasional menangguhkan 463 dari 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tercatat beroperasi. Angka 63,13 juta penerima merujuk capaian triwulan II, bukan hasil audit 26 Agustus.
Badan Gizi Nasional membekukan sementara 463 dapur Program Makan Bergizi Gratis. Keputusan itu disampaikan Kepala BGN Sudaryono seusai rapat terbatas perbaikan tata kelola di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dari 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tercatat beroperasi, sebanyak 27.022 unit memperoleh surat ketetapan sementara. Sisanya, 463 SPPG, ditangguhkan paling singkat 10 hari. Jumlah itu setara sekitar 1,68 persen dari daftar yang disebut beroperasi.
“Jadi, penjelasannya sekarang ini menurut catatan yang beroperasi kan 27.485. Itu kemudian kami sisir, kami profiling dapurnya dan juga kami cek penerima manfaat,” kata Sudaryono, dikutip dari ANTARA.
Dapur Belum Lengkapi Persyaratan
Sudaryono menegaskan pembekuan diberlakukan karena pengelola belum melengkapi persyaratan administrasi dan verifikasi kelayakan teknis. Selama masa 10 hari, 463 unit diwajibkan menyerahkan kelengkapan profil unit pelayanan, foto kondisi fisik dapur, serta profil rinci sekolah sasaran.
“Nah, 463 ini kami suspen 10 hari untuk kemudian mereka melengkapi data-data yang kita inginkan yaitu profil dapur, foto dapur, kemudian profil sekolahnya,” ujarnya.
BGN juga mengirimkan surat konfirmasi dan pos elektronik kepada kepala sekolah penerima program untuk mencocokkan apakah sekolah yang dilaporkan benar-benar dilayani. Langkah itu dimaksudkan mencegah laporan SPPG fiktif atau unit yang sudah terdata tetapi belum beroperasi.
“Jadi kami betul-betul pastikan bahwa dapur ini beroperasi dan melayani sekolah-sekolah begitu kira-kira,” katanya.
Angka Penerima Belum Diperbarui
Sementara daftar dapur masih disisir, angka jangkauan yang beredar merujuk data sebelumnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 3 Agustus 2026 menyatakan realisasi anggaran MBG mencapai Rp101,1 triliun hingga akhir triwulan II 2026 dan telah menjangkau 63,13 juta penerima manfaat.
Angka itu merangkum kinerja semester, bukan hasil profiling 26 Agustus. Briefing Sudaryono tidak merilis ulang 63,13 juta penerima sebagai keluaran audit dapur.
Sepuluh hari sebelum rapat di Kemenko Pangan, Purbaya menilai pelaksanaan MBG secara umum berjalan cukup baik, tetapi jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan menemukan kekurangan yang berbeda-beda di tiap wilayah.
“Secara umum sih bagus. Ada banyak kekurangan, sama yang beda-beda kekurangannya, tapi nanti akan kita laporkan itu ke BGN untuk diambil tindak lanjut supaya lebih bagus ke depan,” kata Purbaya pada 13 Agustus 2026.
Surat ketetapan yang diberikan kepada 27.022 unit berstatus sementara, dengan pembaruan data secara berkala. BGN belum merinci apakah pembekuan 463 dapur menghentikan kegiatan memasak atau hanya menangguhkan status administrasi.***





