Radja Nainggolan Ditangkap Terkait Penyelidikan Kasus Kokain di Belgia

Mantan pemain timnas Belgia keturunan Indonesia, Radja Nainggolan harus berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Foto:SS VOI
Brussels kembali gempar. Mantan pemain tim nasional Belgia berdarah Indonesia, Radja Nainggolan, resmi ditangkap dalam penyelidikan kasus perdagangan kokain ke Eropa. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kejaksaan Agung Brussels, Senin, 27 Januari 2025

Penangkapan tersebut merupakan hasil dari operasi besar-besaran yang digelar oleh polisi federal Brussels. Sebanyak 30 penggeledahan dilakukan serentak pada pagi hari, terutama di wilayah Brussels dan sekitarnya. Operasi ini bertujuan mengusut dugaan impor kokain dari Amerika Selatan melalui pelabuhan Groningen, Belanda.

Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian menyita barang bukti yang tak sedikit. Total 2,7 kilogram kokain, uang tunai lebih dari 370.000 euro, serta beberapa barang mewah ditemukan. Di antaranya, dua jam tangan eksklusif masing-masing bernilai 360.000 euro, 100 koin emas dengan total nilai 116.000 euro, dua rompi antipeluru, dan tiga pucuk senjata api.

“Radja Nainggolan, pesepakbola berusia 36 tahun, ditangkap bersama 15 orang lainnya dalam operasi ini,” ujar juru bicara Kejaksaan Agung Brussels melansir laporan VOI.ID.

Radja, yang baru saja keluar dari masa rehatnya untuk bergabung dengan klub divisi dua Belgia, Lokeren-Temse, membuat publik kaget dengan kabar ini. Padahal, ia baru saja mencetak gol debutnya dalam situasi sepak pojok.

Namun, pihak Lokeren-Temse mengaku tidak mengetahui soal penangkapan tersebut sebelum berita ramai di media. “Klub menghormati asas praduga tak bersalah dan tidak dapat memberikan komentar lebih jauh,” tulis pernyataan resmi klub.

Selain itu, pihak klub juga mengonfirmasi bahwa Radja tidak hadir dalam sesi latihan pagi ini dan dinyatakan absen untuk pertandingan liga melawan KAS Eupen yang dijadwalkan esok hari.

Riwayat Karir dan Kontroversi

Radja Nainggolan, yang memiliki darah Batak dari ayahnya, dikenal sebagai gelandang berkarakter kuat. Ia sudah tampil 30 kali untuk tim nasional Belgia hingga terakhir kali bermain pada Maret 2018.

Namun, perjalanan kariernya tak lepas dari sejumlah kontroversi. Pada 2018, saat bermain untuk AS Roma, Radja sempat dikeluarkan dari skuad setelah muncul dalam video Instagram dalam keadaan mabuk.

Tak berhenti di situ, pada 2022, ia kembali tersandung masalah saat bermain untuk Royalikarp. Ia diskors setelah ketahuan merokok rokok elektronik di bangku cadangan, yang oleh pihak klub dianggap sebagai perilaku tidak pantas.