BNPB Evakuasi Ribuan Warga, Radius 6 Km dari Kawah Gunung Ibu Dikosongkan

Evakuasi
Anggota TNI menggendong bayi untuk dievakuasi ke tempat lebih aman. BNPB mengevakuasi setidaknya 2900 warga dari radius 6 km Gunung Ibu. Foto:BNPB
Proses evakuasi warga Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, terus menjadi prioritas Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) Erupsi Gunung Ibu. Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), radius sektoral sejauh enam kilometer dari arah utara bukaan kawah Gunung Ibu harus dikosongkan.

Berdasarkan data kependudukan, sekitar 2.959 jiwa dari 838 kepala keluarga (KK) harus mengungsi sementara waktu. Mereka adalah warga yang tinggal enam desa di Kecamatan Tabaru, yaitu Desa Sangaji Nyeku, Soasangaji, Tuguis, Togoreba Sungi, Borona, dan Todoke.

Pada Jumat (17/1), tercatat tambahan 85 pengungsi, sehingga total warga yang telah dievakuasi mencapai 226 jiwa. “Sebanyak 208 jiwa mengungsi di Gereja Desa Tongute dan 18 jiwa di Balai Desa Tongute,” kata Komandan Posko Tanggap Darurat di Jailolo.

Satgas PB menargetkan seluruh warga terdampak selesai dievakuasi pada Minggu (19/1). “Proses evakuasi dibantu oleh TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat,” ujar seorang perwakilan Satgas.

Bacaan Lainnya
Percepatan Penanganan

Pada Sabtu (18/1), Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, bersama jajaran BNPB dan Komandan Posko Dandim 1501/Ternate, memasang rambu zona bahaya di sejumlah lokasi di Halmahera Barat. “Kita pastikan desa yang direkomendasikan untuk dievakuasi dipasang rambu. Rambu ini akan menjadi pengingat bahwa zona tersebut berbahaya dan tidak boleh dimasuki,” ujar Raditya seperti dilansir laman BNPB.

Selain memasang rambu, tim juga memeriksa sirene peringatan di Desa Sangaji Nyeku. “Kami memastikan sirene berfungsi baik karena ini berbasis informasi dari hulu,” tambah Raditya.

Setelah memasang rambu, Raditya meninjau langsung desa-desa terdampak, termasuk Desa Tuguis dan Desa Todoke. Di Desa Tuguis, ia berdialog dengan warga agar bersedia mengungsi ke tempat lebih aman. “Secara bertahap, warga diharapkan segera ke lokasi pengungsian,” ujarnya.

Raditya juga mengunjungi tenaga kesehatan yang bersiaga di Desa Todoke. “Pelayanan kesehatan sudah disiapkan di tempat pengungsian seperti SMK Akesibu, lengkap dengan dapur umum dan fasilitas tempat tidur,” katanya.

Pengungsi Bertambah

Hingga Sabtu (18/1) pukul 16.00 WIT, jumlah pengungsi terus bertambah. Komandan Posko Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono mencatat 404 jiwa dari 184 KK telah dievakuasi. “Evakuasi dilakukan secara bertahap. Personel dan kendaraan dikerahkan di enam desa terdampak,” ujar Adietya.

Pos terkait