Komedian sekaligus politikus Nurul Qomar meninggal dunia pada Rabu sore, 8 Januari 2025. Istri mendiang, Siti Maryam mengungkapkan jika Qomar meninggal dunia karena kanker usus besar yang dideritanya.
Abah Qomar mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan kanker usus di rumah sakit.
Ia pertama kali didiagnosis kanker usus besar pada 2021, dan sejak saat itu Qomar menjalani serangkaian kemoterapi.
Pada awal 2023, kanker tersebut kembali kambuh dan kondisinya memburuk menjelang akhir tahun 2024.
Lantas, apa gejala kanker usus besar seperti yang diderita mendiang Qomar?
Dikutip dari MayoClinic, berikut ini sejumlah gejala kanker usus besar:
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare atau sembelit yang lebih sering;
- Pendarahan rektal atau darah di dalam tinja;
- Rasa tidak nyaman di perut, seperti kram, nyeri, dan kembung;
- Perasaan bahwa usus tidak kosong sepenuhnya selama buang air besar;
- Kelemahan atau kelelahan; dan
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Jika melihat gejala-gejala yang berlangsung lama dan mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan mendiagnosis seseorang mengidap kanker usus besar atau tidak melalui berbagai uji klinis.
Dilansir ClevelandClinic, berikut ini uji klinis untuk diagnosis kanker usus besar:
- Complete blood count (CBC)
- Comprehensive metabolic panel (CMP)
- Carcinoembryonic antigen (CEA) assay
- Sinar-X
- Computed tomography (CT) scan
- Magnetic resonance imaging (MRI) scan
- Positron emission tomography (PET) scan
- Ultrasound
- Biopsi
Seperti semua jenis kanker, kanker usus besar terjadi ketika sel-sel tubuh tumbuh dan membelah secara tak terkendali.
Pada kanker usus besar, sel-sel yang melapisi usus besar dan rektum terus tumbuh dan terbagi, bahkan ketika mereka seharusnya mati.
Sel-sel kanker ini mungkin berasal dari polip di usus besar. Namun, peneliti medis tidak yakin mengapa beberapa orang mengembangkan polip yang menjadi kanker usus besar.





