Dua dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Imam Fitri Rahmadi dan Yudi Yunika Putra, membentuk kelompok riset Educational Technology Research and Academic Excellent (EduTRAX). Kelompok ini berkomitmen memberdayakan guru dan melejitkan potensi siswa untuk menjadi inovator andal. Kegiatan tersebut mengusung tagar #MakerGeneration atau “generasi perancang”.
“Untuk merespons kebutuhan penguatan literasi, terutama literasi numerasi, kelompok riset EduTRAX menginisiasi berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan mempromosikan robotika edukatif sebagai proyek pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM) untuk tingkatkan literasi numerasi”, ungkap Imam, sebagaimana keterangan tertulis kepada Samudra Fakta, Jumat (11/10/2024)
Imam, juga Yudi, mengaku merasa miris karena hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari total 81 negara dan peringkat terbawah ke-3 setelah Filipina dan Kamboja di lingkup Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) (OECD, 2023a, 2023b).
“Partisipan PISA melibatkan anak usia sekolah menengah (15 tahun). Rendahnya nilai mereka menandakan kebutuhan penguatan literasi membaca, matematika, dan sains sejak usia sekolah dasar (6-12 tahun) demi menumbuhkan minat dan potensi lebih awal” kata Imam, alumni program doktoral Johannes Kepler Universität Linz, Austria itu.
EduTRAX juga menginisiasi berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan mempromosikan robotika edukatif sebagai proyek pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM) untuk tingkatkan literasi numerasi.
Sebagai informasi, literasi numerasi adalah kemampuan memahami, menggunakan, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi kuantitatif dan matematika dalam berbagai konteks kehidupan nyata, yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Makin melek seseorang terhadap numerasi, makin terbantu dia dalam pengambilan keputusan rasional terkait urusan personal maupun profesional, seperti mengambil keputusan keuangan, membaca grafik, dan memahami statistik.
Dalam EduTRAX Unmuh Babel ada beberapa kegiatan, antara lain:
RoboSTEAM

Adalah penelitian eksplorasi robotika edukatif sebagai proyek pembelajaran STEAM (RoboSTEAM) untuk meningkatkan literasi numerasi. Eksplorasi dirancang dalam konsep partnership antara sekolah dan guru dengan akademisi di perguruan tinggi.
Kegiatan utama dalam eksplorasi ialah mendesain bersama aktivitas pedagogis (co-designing pedagogical activities) dengan pembuatan skenario dan implementasi pembelajaran STEAM yang berorientasi pada peningkatan literasi numerasi. Pelaksanaan penelitian terintegrasi dengan dua proyek pengabdian, yaitu STEAM Corner dan PoLiNum.
Eksplorasi robotika edukatif, sebagai proyek pembelajaran STEAM, selaras dengan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/Kr/2022 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka menyatakan. Keputusan itu menyatakan bahwa pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah diarahkan pada penguasaan kompetensi sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika.
Namun, menurut hasil eksplorasi awal penelitian, ditemukan bahwa aktivitas robotika edukatif kurang cocok bagi kelas rendah (kelas I – III) di sekolah dasar. Aktivitas ini lebih cocok untuk kelas tinggi (kelas IV – VI) karena perakitan robotika membutuhkan kemampuan psikomotorik halus yang memadai.
Robotika edukatif memfasilitasi penguatan literasi numerasi. Melalui proses perakitan robotika edukatif—seperti: pemilihan komponen robotika, memotong kabel, penempatan setiap komponen, pemasangan rangka dan roda, dan lainnya—pengajaran guru dan pembelajaran siswa pada materi sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika terhubung pada kehidupan dunia nyata.
“Mengeksplorasi robotika edukatif menjadi langkah awal kami dalam mendorong implementasi pembelajaran STEAM di Indonesia dan meningkatkan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Pendekatan pembelajaran STEAM tampak memungkinkan dan potensial untuk diterapkan di sekolah dasar, di mana satu guru berlaku sebagai guru kelas yang mengajar beberapa mata pelajaran sekaligus,” ujar Imam.
Sementara itu, menurut Yudi Yunika, aktivitas pembelajaran STEAM, salah satunya robotika edukatif, memiliki keterkaitan erat dengan literasi numerasi. Melalui hands-on activities dengan pembuatan proyek-proyek sederhana, kata Yudi, siswa bisa mengaplikasikan materi sains, matematika, seni, dan lainnya dalam konteks kehidupan nyata.
STEAM Corner

EduTRAX Unmuh Bebel melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan STEAM Education Corner (STEAM Corner) di SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. Pojok STEAM menawarkan aktivitas beragam, meliputi kirigami, teselasi, dan robotika edukatif. Pengabdian melibatkan 3 guru kelas, 1 pustakawan, dan 1 tenaga administrasi.
Selama bulan September 2024, guru diberi tugas untuk mengembangkan skenario pembelajaran STEAM melalui aktivitas kirigami, teselasi, atau robotika edukatif berorientasi peningkatan literasi numerasi siswa. Selanjutnya, dalam rangkaian pengabdian, guru akan mempraktikkan skenario pembelajaran yang telah dibuat bersama siswa.
Fera Anggraini, Kepala SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, hadirnya STEAM Corner memberi nuansa baru dan menambah pengalaman belajar dan mengajar siswa dan guru di sekolah.
“STEAM Corner menjadi pojok yang sangat menarik bagi guru maupun siswa. Apalagi, saya mengajar ekstrakurikuler robotika di sekolah, jadi bisa menggunakan STEAM Corner untuk beraktivitas dengan siswa, ” kata salah guru peserta pengabdian, Hendry Romadhon.
PoLiNum

EduTRAX Unmuh Babel juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan guru melalui pengembangan Pojok Literasi Numerasi (PoLiNum) berbasis robotika edukatif di SD Muhammadiyah Pangkalpinang.
Program pemberdayaan menekankan pada peningkatan keterampilan guru dalam mengintegrasikan robotika edukatif untuk menguatkan literasi numerasi siswa.
Proses perakitan robot sederhana dalam pembelajaran memfasilitasi siswa untuk menerapkan, menginterpretasikan, dan menghubungkan matematika ke dalam konteks kehidupan nyata. Pengabdian melibatkan 8 guru kelas dan 27 siswa sekolah dasar.
Wakil Kepala SD Muhammadiyah Pangkalpinang, Dina Ristiana, menyebut jika kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan hingga benar-benar terbentuk pojok literasi numerasi di sekolah dan dapat digunakan oleh para siswa.
“Robotika ini, meskipun masih sederhana, namun terlihat sangat menarik untuk dirakit oleh siswa sekolah dasar,” tandas Dina.
RoboSTEAM, STEAM Corner, dan PoLiNum merupakan proyek penelitian dan pengabdian yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), tahun pendanaan 2024.*





