Abdul Mu’ti, Sekum PP Muhammadiyah, Dijagokan Jadi Menteri Pendidikan Kabinet Prabowo-Gibran

Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2022-2027. (Foto: Akun X: @Abe_Mukti)
Jakarta– Presiden dan Wakil Presiden terpilih RI 2024-2029 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bakal dilantik pada 20 Oktober 2024. Sejumlah nama calon menteri pun beredar di media. Di antara nama yang masuk bursa calon menteri adalah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti.

Sebagai informasi, Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana menyusun kabinet zaken, yaitu kabinet yang terdiri dari sosok yang ahli di bidangnya—baik yang berasal dari  kalangan politisi partai maupun profesional. Karena itulah Abdul Mu’thi dikabarkan masuk bursa, dan bisa jadi ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai bahwa Abdul Mu’ti memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni di bidang pendidikan.

“Jika bicara tentang menteri dari kalangan Muhammadiyah, maka nama yang sering mendapat dukungan adalah Pak Abdul Mu’ti,” kata Ujang, dikutip dari Sindonews.com, Rabu (25/9/2024).

Bacaan Lainnya

Ujang memandang bahwa Muhammadiyah sangat layak mengelola sektor pendidikan, mengingat bagaimana kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan selama ini.

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, ada beberapa kabinet yang menerapkan zaken kabinet tersebut. Di antaranya adalah Kabinet Djuanda, Kabinet Natsir, dan Kabinet Wilopo.

Dengan rencana zaken kabinet, menurut Ujang, maka tidak salah menempatkan tokoh Muhammadiyah di bidang pendidikan, mengingat kiprah dan pengalamannya yang sudah terbukti.

Bukan Pertama Kali

Abdul Mu’ti sendiri pernah beberapa kali digadang-gadang mengisi pos di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada masa pemerintahan Jokowi yang kedua, Desember 2020 lalu, namanya sempat digadang-gadang masuk ke dalam jajaran Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. Dia dikabarkan mendapat amanah menjadi wakil menteri pendidikan dan kebudayaan.

Namun, Dalam pelantikan pada 23 Desember 2020, Abdul Mu’ti tak terlihat hadir. Mu’ti menyatakan tidak bergabung di kabinet. “Tidak. Saya tidak bergabung di kabinet,” kata Mu’ti saat itu, dilansir Detik kala itu.

Pos terkait