Inilah Tradisi Rabu Wekasan Berbagai Daerah di Jatim

Tradisi Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan berlangsung di berbagai daerah di Jawa Timur. (Ilustrasi Istimewa)
SURABAYA — Rebo Wekasan, juga dikenal sebagai Rabu Pungkasan atau Rabu Wekasan, merupakan tradisi yang dijalankan pada Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Di berbagai daerah di Jawa Timur, tradisi ini dirayakan dengan beragam ritual dan kegiatan yang penuh makna.

Masyarakat meyakini bahwa Rebo Wekasan adalah hari untuk menolak bala—musibah atau bencana—yang diyakini turun pada hari tersebut. Dengan doa, sedekah, dan berbagai prosesi adat, mereka berharap dapat menghindari segala malapetaka dan mendapatkan perlindungan

Di Jawa Timur, Rebo Wekasan dirayakan dengan berbagai cara unik, tergantung kearifan lokal dan kebudayaan masing-masing daerah. Berikut beberapa tradisi Rebo Wekasan di berbagai daerah di Jawa Timur.

1. Gresik

Warga Desa Suci, Kecamatan Manyar biasanya menggelar tradisi Rebo Wekasan dengan mengarak tumpeng raksasa, istigasah, dan ada yang mandi ke Sendang Sono. Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci selalu berlangsung meriah.

Bacaan Lainnya

Dalam ritual mandi di Sendang Sonojam 12 malam, masyarakat percaya dapat membawa berkah dan menyembuhkan berbagai penyakit. Telaga Sendang Sono itu peninggalan murid Sunan Giri.

Tradisi Rebo Wekasan sudah berjalan sejak tahun 1483 dan dilestarikan hingga hari ini. Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sunan Giri, di mana saat itu ia memerintahkan muridnya menggelar syukuran atas mata air Sendang Sono.

Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci mengalami perubahan. Pada zaman Sunan Giri, Rebo Wekasan dilakukan dengan ritual doa dan istigasah pada Selasa malam Rabu.

Sedangkan saat ini, tradisi Rebo Wekasan juga diramaikan dengan pasar rakyat, pameran UMKM, dan lainnya. Rebo Wekasan bukan hanya sebuah tradisi yang mengandung nilai spiritualitas, tapi juga nilai ekonomi, dan nilai persatuan.

Tradisi Rebo Wekasan juga menjadi ungkapan rasa syukur hari lahirnya Desa Suci. Sehingga tradisi ini juga disebut dengan tegal deso (sedekah bumi) atau silaturahmi kedua setelah hari raya Idul Fitri.

2. Probolinggo

Warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo juga menggelar tradisi Rebo Wekasan. Namun, warga setempat mengenalnya dengan nama Rabu Bungkasan.

Pos terkait