PADANG — Tragedi banjir bandang yang melanda tiga wilayah di Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) telah menelan korban jiwa sebanyak 27 orang. Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, yang disampaikan oleh Juru Bicaranya, Ilham, menunjukkan bahwa 16 korban berasal dari Kabupaten Agam, sementara 11 korban lainnya berasal dari Kabupaten Tanah Datar.
Dilansir Antara, Ilham menyampaikan bahwa data mengenai asal daerah korban masih sementara, karena sebagian korban belum teridentifikasi. Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang tidak hanya menelan korban jiwa, namun juga menyebabkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur umum seperti jalan dan jembatan.
Sebagian besar korban jiwa telah dibawa ke RS Achmad Muctar Bukittinggi dan RSUD Tanah Datar, sementara sisanya telah dibawa ke rumah duka. Meskipun demikian, tim pencarian gabungan masih terus bekerja di lapangan, mencari korban yang diduga belum ditemukan.
Berdasarkan laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tujuh korban ditemukan meninggal dunia akibat banjir di Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu (11/5) pukul 21.00 WIB. Jenazah mereka saat ini dalam proses identifikasi di rumah sakit setempat.
Intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama bencana ini. Banjir merendam lima kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, termasuk Kecamatan X Koto, Batipuh, Pariangan, Lima Kaum, dan Sungai Tarab.
Data sementara menunjukkan bahwa 25 kepala keluarga terdampak, dengan 24 unit rumah warga dan 12 unit jembatan juga ikut terdampak. BPBD Kabupaten Tanah Datar bersama instansi terkait terus melakukan evakuasi warga terdampak. Fokus utama saat ini adalah upaya pencarian dan pertolongan.
Selain merenggut nyawa, banjir ini juga meninggalkan endapan lumpur yang cukup tebal, bahkan mencapai betis orang dewasa. Oleh karena itu, tim gabungan juga melakukan pembersihan di ruas jalan Batusangkar – Padang Panjang yang terkena dampak lumpur, dengan menggunakan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.





