Banjir Kudus Telan 5 Korban: 1 Anak Tewas Kena Setrum, 3 Santri dan 1 Orang Lainnya Tenggelam

Warga saling bahu-membahu melintasi jalan yang tergenang banjir dengan perahu rakit di Dukuh Tanggulangin, Jati Wetan, Kudus, Sabtu (16/3/2024). Menurut data BPBD setempat, bencana banjir yang melanda sejak Kamis (14/3) akibat intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya sungai Wulan meluas dan merendam 10.430 rumah di 29 desa dari lima kecamatan. Sebanyak 32.952 jiwa terdampak serta 911 jiwa mengungsi. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)
KUDUS—Banjir melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), sejak Kamis (14/3/2024) menyebabkan lima orang yang meninggal. Semua insiden terjadi di Kecamatan Mejobo. 

Seorang remaja berinisial AVL (15), warga RT 005 RW 004, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, ditemukan meninggal setelah tenggelam. Jasad AVL ditemukan pada Jumat (15/3/2024), sehari setelah dia tenggelam. 

Menurut Kepala Basarnas Semarang Budiono, korban mulanya melintasi jalan cor yang lebarnya tak sampai satu meter. Jalan cor itu berada di area persawahan yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar dua meter.

Budiono menduga korban tidak mengetahui persis jalurnya, karena jalan tertutup air. Maka dari itu, AVL keluar jalur, lalu tenggelam. 

Bacaan Lainnya

“Hingga korban yang tidak bisa berenang tersebut sepedanya keluar jalur, dan tenggelam di area persawahan,” terang Budiono, dikutip dari RRI, Sabtu (16/3/2024). 

Sebenarnya ada warga yang melihat ketika AVL terjatuh. Namun, begitu warga tersebut mendekat, dia tidak bisa melihat korban karena air sangat keruh. 

Sehari kemudian, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban. “Korban ditemukan tak jauh dari lokasi jatuhnya dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke rumah duka,” ucapnya.

3 Santri Tenggelam 

Insiden korban tewas tenggelam juga terjadi di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, pada Jumat (15/3). Tiga dari lima santri sebuah pondok pesantren, dio desa tersebut tewas tenggelam saat melintasi banjir menggunakan perahu kayu. 

Menurut keterangan Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jateng Kombes Satake Bayu Setianto, mulanya, lima santri itu bermain perahu kayu di area persawahan yang kebanjiran. Tiba-tiba, perahu  terguling. Kelima santri itu pun tercebur. 

Teriakan minta tolong para korban terdengar warga. Warga lalu berusaha menolong. 

“Dua korban selamat karena berenang. Tak lama kemudian, ketiga korban lainnya ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Satake Bayu Setianto, Jumat. 

Ketiga korban yang meninggal tersebut berinisial FN (14), warga Kabupaten Jepara, Jateng; serta MA (16) dan AF (15), warga Kabupaten Pati, Jateng. Dua korban selamat berasal dari Kabupaten Demak, Jateng, dan Pati. 

Pos terkait