20 Juta di Jalanan: Pemakaman Khamenei dan Ujian Terakhir bagi Republik Islam

Ayatollah Ali Khamenei. - Anadolu Ajansi

Lima hari libur nasional telah diumumkan di Teheran, Qom, dan Mashhad. Kantor publik dan swasta di ibu kota akan tutup dari Sabtu hingga Senin. Pembatasan lalu lintas akan mempengaruhi sebagian besar pusat kota.

Di seluruh Teheran, spanduk-spanduk bergambar Khamenei dan slogan resmi pemakaman—“Kita Harus Bangkit”—telah dipasang. Ini bukan sekadar dekorasi. Ini adalah pernyataan politik: rezim ini masih hidup, masih kuat, masih mampu menggerakkan massa.

30 Negara dan Simbol Perlawanan

Pemakaman ini juga menjadi panggung diplomatik. Perwakilan dari lebih dari 90 negara dan pejabat dari 30 negara telah menyatakan kesediaan mereka untuk hadir. Iraq bahkan membentuk markas nasional tingkat tinggi di bawah pengawasan Perdana Menteri Irak untuk mengoordinasikan prosesi di Najaf dan Karbala.

Bacaan Lainnya

“Salah satu tujuan upacara ini adalah untuk memperkuat kohesi nasional dan persatuan di antara kelompok politik, sosial, dan agama di Iran,” kata Pourjamshidian. Tujuan lainnya: “Memperkuat solidaritas di seluruh umat Islam dan menyatakan kesetiaan baru kepada Pemimpin Tertinggi yang baru.”

Di balik ritual berkabung, ada agenda politik yang jelas: melegitimasi kepemimpinan Mojtaba Khamenei di mata dunia dan di mata rakyatnya sendiri.

Gema dari Dalam dan Luar

Namun tidak semua suara sejalan dengan narasi resmi. Beberapa warga Iran mengkritik rencana pemakaman yang sangat tertunda ini. Yang lain—meski jumlahnya tidak jelas—justru merayakan kematian Khamenei. Reza Pahlavi, putra shah terakhir Iran, bahkan menulis di X: “Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dikonsignasikan ke tong sampah sejarah.

Pernyataan itu mungkin terlalu optimis. Tapi pertanyaannya tetap menggantung: dapatkah seorang pemimpin yang tidak pernah muncul di publik, yang kesehatannya dipertanyakan, yang legitimasinya diwariskan bukan dipilih—dapatkah ia mengendalikan negara yang sedang berduka sekaligus berperang?

Senja di Mashhad

Pada 9 Juli 2026, ketika jenazah Ayatollah Ali Khamenei akhirnya diturunkan ke tanah di sisi Makam Imam Reza, lebih dari sekadar seorang pemimpin akan dikubur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan