BGN menghentikan SPPG Tanjungsari 1 selama 20 hari setelah 198 siswa dan guru mengalami gangguan pencernaan. Penyebabnya masih diuji di laboratorium.
Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tanjungsari 1 di Tulungagung, Jawa Timur, selama 20 hari. Keputusan itu diambil setelah 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami gangguan pencernaan seusai menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis.
Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Habibi mengatakan pada Sabtu, 26 September 2026, dapur tersebut tidak akan memproduksi maupun mendistribusikan makanan selama masa penghentian.
Produksi hingga Distribusi Dievaluasi
BGN akan meninjau prosedur produksi, pengolahan, dan distribusi makanan. Evaluasi juga mencakup menu yang disajikan saat kejadian, yakni ayam bakar, sambal, dan buah anggur.
Dinas Kesehatan Tulungagung mencatat 198 siswa dan guru mengalami keluhan berdasarkan surveilans epidemiologi. Sampel makanan telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya.
Penyebab Belum Dipastikan
Hasil uji laboratorium diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan pencernaan. Karena itu, kaitan antara bahan atau proses penyiapan makanan dengan keluhan para penerima belum dapat disimpulkan.
BGN menyebut penghentian selama 20 hari sebagai masa evaluasi dan pembinaan standar operasional sebelum dapur kembali melayani penerima MBG.***





