JAKARTA—Sebanyak 10 negara menyatakan menolak resolusi untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin dalam perang Hamas-Israel, yang dicetuskan pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa lalu, 12 Desember 2023.
Amerika Serikat, yang tidak mempunyai hak veto di Majelis Umum PBB, memberikan suara menentang resolusi tersebut, bersama dengan Israel dan delapan negara lainnya. Namun, di sisi lain, resolusi tersebut didukung 153 suara, sementara 23 negara abstain.
Selain Israel dan Amerika Serikat, delapan negara lain yang menentang resolusi adalah Austria, Ceko, Guatemala, Paraguay, Liberia, serta tiga negara di Pasifik yaitu Federasi Mikronesia, Nauru, dan Papua Nugini.
Sedangkan 23 negara yang abstain, antara lain, adalah Inggris, Jerman, Belanda, Ukraina, dan Argentina. Negara Sekutu seperti Australia, Swedia, Prancis, Spanyol, dan Swiss mendukung resolusi.
Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengutip protes besar-besaran pro-Palestina di seluruh dunia, mengatakan bahwa AS tidak bisa terus “mengabaikan kekuatan besar ini.” Dia menggambarkan pemungutan suara Majelis Umum sebagai puncak dari sentimen publik.
“Adalah tugas kita bersama untuk melanjutkan jalur ini sampai kita melihat berakhirnya agresi terhadap rakyat kita, untuk melihat perang terhadap rakyat kita berhenti. Ini adalah tugas kita untuk menyelamatkan nyawa,” katanya, didampingi oleh para duta besar Arab, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (15/12).
Sebelum pemungutan suara di PBB, Presiden AS Joe Biden, saat acara penggalangan dana untuk kampanye pemilihannya kembali pada tahun 2024, mengatakan bahwa Israel kehilangan dukungan internasional karena “pengeboman tanpa pandang bulu yang terjadi.”
Israel telah membombardir Gaza dari udara, memberlakukan pengepungan, dan melancarkan serangan darat sebagai pembalasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Akibat serangan tersebut, sebanyak 1.200 orang dinyatakan tewas dan 240 orang disandera. Sementara itu, selama pertempuran terjadi, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 18.205 warga Palestina tewas dan hampir 50.000 orang terluka.





