THGB Menumbuhkan Cinta Tanah Air (3):  Tersedia Juga dalam ‘Lite Version’ Bernama Bustan Tsamrotul Qolbis Salim

Para pengajar dan murid-murid BTQ yang selalu kompak. FOTO: Dok. BTQ
BTQ Mengasah Jiwa

Menurut Ketua Departemen Pendidikan Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS) Kushartono, semua manusia yang lahir di dunia ini awalnya tidak tahu apa-apa, tidak tahu siapa dirinya, untuk apa dirinya, siapa orang tuanya, dan siapa Tuhannya.

Namun, Kushartono menjelaskan, dalam Al-Qur’an disebutkan tujuan hidup manusia, yaitu, “Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beibadah kepada-Ku” (QS. Ad-Dzariyat [51]: 56).

Bacaan Lainnya

“Untuk bisa beribadah, harus tahu siapa yang disembah. Ini perlu pendidikan. Sebenarnya pendidikan itu ujungnya hanya bagaimana manusia ini mengenal Allah,” kata Kushartono, menerangkan tujuan pendidikan BTQ, pada Jumat, 1 Maret 2024 lalu.

Tujuan pendidikan BTQ ini, menurut Kushartono, sejalan dengan UU RI Nomor 20/2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, “Pendidikan Nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan”.

Sedangkan Ulil Abshor menambahkan, “Bibit takwa sudah ada pada tiap-tiap manusia sejak dia dilahirkan di dunia, dan tugas seorang pendidik adalah memupuk bibit takwa ini dengan siraman-siraman jiwa Al-Qur’an, dengan siraman-siraman cinta tanah air, dengan siraman-siraman jiwa akhlaqul karimah, yang mencetak generasi beriman dan bertakwa”.

Siswa-siswi BTQ. FOTO: Dok. BTQ

Pendidikan pada anak kecil, menurut Ulil, diibaratkan seperti mengukir di atas batu. Meski membutuhkan waktu lama dan upaya serius, bekasnya tak lekang oleh zaman. “Sistem pengajaran di BTQ bertujuan untuk mencetak generasi yang berjiwa Al-Qur’an, berjiwa cinta Tanah Air, dan berjiwa akhlaqul karimah,” tegas Ulil.

Untuk membentuk jiwa yang dimaksud, BTQ menggelar acara doa bersama di tiap hari besar nasional, misalnya di Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kartini. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pedidikan di BTQ.

Sebelum kegiatan belajar dimulai, murid-murid BTQ diajak untuk berdoa, kemudian membaca ikrar, “Indonesia Tanah Air ku, Indonesia kebangsaanku, Indonesia bersatu,” yang diulang sebanyak tiga kali. Selain dikenal sebagai ikrar, kalimat tersebut juga menjadi doa bagi keselamatan dan keutuhan Negara.

“Ketika benar benar cinta Tanah Air, maka kita akan selalu berusahan memakmurkan Indonesia ini dengan amal saleh dan amal kebajikan,” pungkas Ulil.◼︎MG04

Pos terkait