Setelah Molor 3 Tahun, GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Dua Minggu Menjelang Pemilu

Dari 31 Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor, sebanyak 30 PW ketika itu merekomendasikan adik Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tersebut. Sedangkan dari total 376 PC Ansor se-Indonesia, sebanyak 361 PC sepakat memilih namanya.

Pada Konbes XXV GP Ansor di Banjarbaru, Kalimatan Selatan, April 2022, sempat dibahas persiapan perhelatan Kongres XVI GP Ansor. Saat itu Yaqut mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 berlangsung, aktivitas organisasi sangat terbatas. Bahkan, kata dia, GP Ansor tidak bisa menjalankan roda organisasi secara wajar dan harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Bacaan Lainnya

Yaqut menargetkan forum kongres menentukan kepemimpinan organisasi kepemudaan NU itu  paling lambat akan digelar pada 2023. Hal itu Ia sampaikan dalam acara Tasyakuran Harlah ke-88 GP Ansor yang disiarkan di kanal YouTube Gerakan Pemuda Ansor, Ahad, 24 April 2022.

“Mudah-mudahan paling lambat tahun depan bisa kita lakukan kongres. Kalau itu bisa, ini sekaligus Harlah perpisahan saya sebagai ketum GP Ansor,” kata dia, dikutip dari cnnindonesia.com (25/4/2022).

Dalam acara tasyakuran tersebut, Yaqut mengaku kerap ditanya  kader Ansor kapan kongres akan digelar. Ia menyatakan siap melaksanakan secepatnya. Akan tetapi, Ia mengatakan bahwa pengurus di daerah belum siap menggelar kongres. Sebab, kata dia, organisasi di daerah belum tertata baik imbas pandemi 2020-2021.

Kritik terhadap Molornya Kongres

Sebagai informasi, jabatan Yaqut sebagai Ketua Umum PP GP Ansor seharusnya berakhir pada November 2020. Beberapa pihak pernah mengkritik perihal masa jabatannya yang sudah kedaluwarsa lebih dari tiga tahun tersebut.

Salah satu Aktivis Muda NU dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Nailil Gufron Hanif, pada 29 April 2023 pernah menyampaikan, “Gus Yaqut terpilih 2015, sekarang sudah 2023. Sudah hampir 10 tahun beliau memimpin dan expired-nya sudah keterlaluan. Organisasi ini adalah organisasi kaderisasi. Beri kesempatan pada yang lain untuk berproses. Kasihan para pendiri Organisasi Ansor yang telah menata sedemikian rupa, jadi kacau karena nafsu politik belaka.”

Gufron juga mengkritik Yaqut yang dia nilai sering masuk dalam urusan Capres dan Cawapres yang bukan ranahnya. Ia menilai, sebaiknya Yaqut fokus pada program kerja yang telah dicanangkan di kementriannya, ketimbang mengurusi politik.

“Kami sarankan Gus Menteri fokus saja pada pekerjaan di Kementerian Agama yang masih menumpuk. Fokus kerja, kerja, kerja sebagaimana slogan Pak Jokowi selaku pemimpin tertinggi,” ujarnya.

Pos terkait