Polda Malut Mengaku Salah Input, Dua Calon Siswa Bintara Polwan Nyaris Ribut

Sulastri Irwan, Casis Bakomsus Kesehatan Polda Malut yang dianulir gara-gara Biro SDM Polda Malut salah input data.

Sulastri menambahkan, setelah sebulan mengikuti apel di bulan Juli, memasuki bulan Agustus dia mendapatkan panggilan dari Biro SDM Polda Malut. Ketika memenuhi panggilan itulah Sulastri mengaku diberitahu soal umurnya yang ternyata telah melewati batas maksimal seorang Casis Bintara Polwan. Sulastri lahir pada 4 Juni 1999, di mana ketika mengikuti pendidikan, usianya 23 tahun 1 bulan.

Sementara itu, sebagaimana ketentuan Polri, syarat minimal seorang Casis Bintara lulusan SMA adalah 17 tahun 7 bulan, maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan. Lulusan D1 – D3 usia minimal 17 tahun 7 bulan dan usia maksimal 23 tahun pada saat pembukaan pendidikan. Sedangkan Lulusan D4/S1 usia minimal 17 tahun 7 bulan dan usia maksimal 27 tahun pada saat pembukaan pendidikan. Bila Sulastri termasuk lulusan SMA, usianya memang jauh melebihi batas ketentuan—lebih dari setahun. Dan bila dia adalah lulusan D3 Poltekkes Kemenkes Ternate, maka ketika pendidikan dimulai usianya sebagai lulusan D3 kelebihan satu bulan. Pertanyaannya, bagaimana Sulastri bisa lolos seleksi administrasi?

Setelah diberitahu oleh SDM Polda Malut, Sulastri mengaku ditahan di Polres Ternate. Dia mengaku tidak dipulangkan ke Polres Kepulauan Sula. “Pada saat saya diberitahu dari SDM, selanjutnya seperti apa, saya tidak diberitahu lagi dan ditahan di Ternate,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sulastri mengaku menunggu kepastian nasibnya di Ternate sejak bulan Agustus itu. Setelah tiga bulan menunggu, dia mengaku menerima surat panggilan sidang pada 1 November. Surat itu berisi pemberitahuan adanya pergantian Casis Bintara Polri, tetapi tidak menyebut Bakomsus—satuan tempat Sulastri diterima. Tetapi, ketika sudah di ruang sidang, barulah dia tahu jika dia dipanggil terkait statusnya sebagai Casis Bakomsus Kesehatan, setelah dia membaca spanduk yang ada di ruang sidang tersebut.

“Dalam persidangan itu mereka tanya saya, ‘Papa kerja apa?’ Saya bilang, ‘Papa hanya petani serabutan. Ada kerja apa, ya kerja, kalau tidak ada ya sudah’,” Sulastri mengulang jawaban yang dia sampaikan dalam sidang.

Pos terkait