Rekam Jejak Budiman
Budiman adalah mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik atau PRD. Dia mendeklarasikan partai itu pada tahun 1996. Dia dipenjara oleh pemerintah Orde Baru—di mana Prabowo Subianto selama ini diidentikkan dengan rezim tersebut—dan divonis 13 tahun penjara karena dinilai sebagai dalang insiden peristiwa 27 Juli 1996. Namun Budiman hanya menjalani hukuman selama 3,5 tahun. Dia mendapat amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 Desember 1999.
Usai bebas dari penjara berkat amnesti Gus Dur pada 1999 itu, Budiman sekolah ke Inggris. Pada 2004, Budiman dan aktivis lainnya menyatakan diri masuk PDIP. Para aktivis yang masuk PDIP ketika itu—selain Budiman—adalah Rahardjo Waluyo Jati (PRD), mantan Ketua Pijar Haikal, Akuat Supriyanto, Beathor Suryadi, Masinton Pasaribu (Front Perjuangan Pemuda Indonesia) serta Sinyo (Gerakan Bersama Rakyat).
Melalui situs yang dikelolanya kala itu, Budiman menanggapi pandangan bahwa dirinya telah berubah, dari yang semula aktivis kemudian berlabuh ke partai besar, masuk DPR pula. “Banyak orang menyangka bahwa Budiman Sudjatmiko telah berubah dan melupakan idealismenya. Saya berpolitik dengan visi dan berpijak pada realita yang ada. Tetapi saya percaya bahwa dalam kehidupan politik kita, keberanian, kesederhanaan dan solidaritas akan membuat banyak hal yang baik menjadi mungkin,” kata Budiman pada saat itu.
Budiman lolos menjadi anggota DPR dari PDIP pada tahun 2009 dan 2014. Kala itu Budiman merupakan inisiator dan pimpinan Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa. Budiman juga menjadi salah satu tokoh yang mendapat penghargaan sebagai pejuang UU Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia (Apdesi).
Pada Pemilu 2019, Budiman tidak lolos ke parlemen. Dia pernah mengatakan bahwa sebenarnya dia sudah tidak berniat mencalonkan lagi jadi wakil rakyat karena sudah dua kali duduk di DPR.
Setelah tidak di parlemen, Budiman tetap menggagas banyak program untuk Indonesia. Salah satunya membangun fasilitas teknologi pintar 4.0 di Sukabumi, yang menyadur konsep Silicon Valley di Amerika. Saat ini proyek tersebut masih dalam progress.
Budiman kemudian menimbulkan “geger politik” ketika mengunjung Prrabowo di kediamannya sebagai pribadi pada 18 Juli. Banyak spekulasi beredar terkait pertemuan tersebut, sebab Budiman merupakan kader PDIP yang partainya sudah resmi mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden. Sementara di sisi lain, Prabowo juga telah menyatakan dirinya bakal maju sebagai bacapres dari Partai Gerindra.

Selain itu, banyak pihak yang beranggapan bahwa Prabowo dan Budiman adalah kubu yang berseberangan, jika mengacu pada sejarah konflik dan gonjang-ganjing politik ‘98. Budiman adalah aktivis yang sangat vokal, hingga pernah dipenjara karena itu; sementara di sisi lain, Prabowo diidentikkan sebagai ‘pembungkam aktivis’.





