Finansial Global Diramalkan Bangkrut pada 2028 Akibat Transaksi Non-Tunai

Kedua, mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi-keuangan digital melalui open-banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan. Ketiga, menjamin interlink antara fintech dengan perbankan, untuk menghindari risiko shadow banking melalui pengaturan teknologi digital—seperti Application Programming Interface (API)—kerja sama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.

Keempat, menjamin keseimbangan antara inovasi dengan perlindungan konsumen, integritas, stabilitas, serta persaingan usaha yang sehat melalui penerapan Know Your Customer (KYC) & Anti-Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism (AML/CFT), kewajiban keterbukaan untuk data/informasi/bisnis publik, dan penerapan reg-tech dan sup-tech dalam kewajiban pelaporan, regulasi, dan pengawasan.

Kelima, menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antarnegara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri, dan kerja sama penyelenggara asing dengan domestik, dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

Bacaan Lainnya

Seluruh fakta tersebut terindikasi sebagai upaya untuk mendegradasi penggunaan transaksi tunai secara bertahap, hingga akhirnya seluruh transaksi benar-benar murni non-tunai. Dan tradisi chasless tersebut, tentu saja, juga diterapkan di seluruh dunia. Hingga akhirnya tak ada lagi transaksi fisik. Yang ada hanyalah uang artifisial, “uang palsu”, atau “emas dan perak palsu” dalam bahasa kuatrain Nostradamus. Jenis alat tukar yang sangat rapuh dan rawan runtuh.

Dengan adanya fakta semakin rapuhnya sistem alat tukar ini, maka bukan tidak mungkin pada 2028 benar-benar terjadi kebangkrutan finansial global, sebagaimana ramalan Nostradamus. Apalagi peristiwa yang nyaris sama juga pernah terjadi seratus tahun lalu, ketika bursa saham Wall Street mengalami keruntuhan hebat di tahun 1929. Mungkin peristiwa seabad lalu itu merupakan “simulasi” dari peristiwa serupa yang lebih dahsyat, yang diramalkan terjadi pada 2028 nanti.

Dan menurut ramalan Nostradamus, bukan hanya keruntuhan finansial yang kemungkinan terjadi di tahun 2028, tetapi lebih dari itu, juga berlangsung keruntuhan spiritual di seluruh dunia Barat. Momentum tersebut—masih menurut ramalan Nostradamus—sekaligus menandai kebangkitan semangat tasawuf di seluruh dunia.

Kok bisa? Tunggu ulasannya di episode berikutnya!

(SF | Wijdan—bersambung)

 

Pos terkait