Pascabanjir di Kabupaten Demak, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana kembali meninjau jalan menuju tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Karanganyar, Sabtu (24/2/2024). Kunjungan tersebut guna memastikan penanganan banjir berjalan dengan baik.
Berdasarkan pengamatannya, sudah tidak ada lagi air yang menggenang di sepanjang jalan pantura jalur Demak-Kudus. “Dalam satu minggu ini sudah dilakukan penyedotan air, dengan menggunakan pompa air yang cukup besar. Ada ada 27 pompa yang dioperasikan. Saat ini airnya sudah mulai semakin surut,” kata Nana.
Seiring dengan surutnya banjir, sambung Nana, Kabupaten Demak mulai memasuki masa recovery. Pemprov Jateng bekerja sama dengan Kodam IV/ Diponegoro dan Polda Jateng, akan membantu masyarakat untuk membersihkan lingkungan.
Pangdam IV/ Diponegoro, Tandyo Budi Revita akan menurunkan dua satuan setingkat kompi. Mereka ditugaskan membantu masyarakat untuk membersihkan sampah akibat banjir bandang. “Sampah-sampah dampak dari banjir ini yang akan kita angkat dulu. Kemudian ada empat dump truck dan dua ekskavator untuk membantu mempercepat pembersihan sampah dari banjir itu,” tutur Tandyo.
BNPB melakukan pendampingan selama pemulihan lingkungan. Hal ini merupakan satu tahapan menuju masa transisi dari darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Hingga Senin (26/2/2024), berdasarkan pantauan di lapangan, banjir yang menyisakan genangan di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar sudah surut. Selain itu, merujuk Laporan Situasi Terkini Penanganan Darurat Banjir Demak, per Senin (26/2/2024) menunjukkan empat kecamatan yakni Kecamatan Karanganyar, Gajah, Demak, dan Mijen sudah tidak ada pengungsi.





