Kehadiran Dr. Zakir Naik menggugah kembali kesadaran kita akan pentingnya membangun harmoni di tengah perbedaan keyakinan. Apakah Indonesia siap menghadapi retorika keagamaan yang tajam dalam ruang sosial yang majemuk? Foto: Ilustrasi Dibuat SORA
Seperti pesan suci dalam Surat Al-Kafirun ayat 6, yang menutup segala perdebatan panjang dengan kalimat paling sederhana dan berwibawa:
“Lakum dinukum waliyadin.”
“Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.”***