Video wisatawan menerbangkan paralayang di kawasan Gunung Bromo viral di media sosial. Aksi itu menuai kritik warganet karena dianggap menodai kesakralan kawasan dan melanggar aturan.
__________
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menegaskan kegiatan paralayang tidak diperbolehkan.
“Kami juga meminta kepada masyarakat jika mengetahui informasi tentang penerbangan paralayang itu agar menyampaikan ke kami,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, Jumat (12/9).
Septi mengaku pihaknya sangat menyayangkan adanya aksi tersebut. “Kami tidak mengizinkan, apalagi kawasan Bromo adalah wilayah yang sakral bagi masyarakat Tengger,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Paralayang Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi, menyatakan pihaknya memahami sensitivitas budaya di kawasan Bromo.
“Kami paham dan menghormati, bahwa di situ memang ada kawasan-kawasan sakral. Tapi tidak semuanya. Hanya titik-titik tertentu saja. Buktinya kami beberapa kali mengadakan kegiatan,” katanya.
Sebelumnya, video memperlihatkan seorang pengunjung mengenakan pakaian putih, helm, dan parasut oranye menerbangkan paralayang menuju Gunung Bathok yang berada di sebelah Gunung Bromo. Rekaman ini cepat viral dan menuai reaksi keras publik.***





