Usai libur Idulfitri 1446 Hijriah, IHSG Terjun Bebas 7,71 Persen di Sesi Pertama

IHSG mencatatkan kejatuhan tajam pada sesi pertama perdagangan Selasa, 8 April 2025. Foto:SS IDX Channel
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Idulfitri 1446 Hijriah, mencatatkan kejatuhan tajam pada sesi pertama perdagangan Selasa, 8 April 2025. Indeks ditutup anjlok 7,71 persen atau 502,14 poin ke level 6.008, menandai salah satu koreksi harian terdalam dalam beberapa tahun terakhir.

__________

Pasar terguncang. Volume perdagangan mencapai 14,28 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,57 triliun, tersebar dalam 888.589 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 672 saham melemah, hanya 23 saham yang menguat, dan 93 saham stagnan.

Tak ada tempat bersembunyi. Seluruh sektor di BEI mengalami tekanan hebat. Sektor bahan baku menjadi korban paling parah dengan koreksi 11,01 persen, disusul sektor teknologi yang anjlok 10,19 persen. Sektor lainnya juga tak luput: energi (-8,08%), kesehatan (-7,26%), infrastruktur (-7,77%), industri (-7,63%), siklikal (-8,49%), dan non-siklikal (-5,03%). Bahkan sektor keuangan yang biasanya jadi benteng ketahanan pun jatuh 5,33 persen.

Bacaan Lainnya
Saham Top Gainers dan Losers

Meski nyaris seluruh saham tertekan, ada tiga saham yang berhasil mencetak keuntungan:

  • PT Shield On Service Tbk (SOSS) melesat 24,73% ke Rp464

  • PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik 13,04% ke Rp156

  • PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) menguat 10% ke Rp825

Sementara itu, saham-saham besar justru jadi penekan IHSG:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terjun 14,76% ke Rp1.935

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ambles 14,69% ke Rp1.220

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tergelincir 14,46% ke Rp71

Saham Perbankan Masih Ramai Ditransaksikan

Meskipun pasar berguncang, saham perbankan masih mendominasi aktivitas perdagangan. Tiga saham teraktif adalah BBRI, BMRI, dan BBCA. Ini menunjukkan bahwa investor masih melihat sektor keuangan sebagai sentimen kunci meski sedang dalam tekanan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ketenangan, Senin, 7 Maret 2025. Ia menegaskan bahwa pelemahan IHSG bukan cerminan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

“Kalau saya lihat, fundamental kita kuat. Apa yang terjadi di pasar saham, kita punya kekuatan dan ketahanan. Saya optimistis,” ujar Prabowo melansir IDX Channel.

Pos terkait