Transgender Isa Zega Nekat Umrah dengan Busana Muslimah, MUI Sebut Tidak Sejalan dengan Ajaran Islam

Transgender Isa Zega menghebohkan Tanah Air karena umrah dengan mengenakan baju muslimah. Foto: SSInstagram @arisanmamionline
Nama Isa Zega kembali menjadi sorotan publik setelah video dirinya mengenakan hijab dan pakaian wanita saat melaksanakan ibadah umrah viral di media sosial. Tindakan ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa apa yang dilakukan Isa Zega tidak sejalan dengan ajaran Islam. Menurut Ni’am, aturan ibadah umrah antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang mendasar, terutama dalam hal pakaian ihram.

“Bagi laki-laki, pakaian ihram harus berupa kain yang tidak dijahit. Jika mengenakan pakaian berjahit, maka itu melanggar ketentuan ihram yang memiliki konsekuensi hukum. Sedangkan perempuan tidak dilarang mengenakan pakaian berjahit. Ini adalah prinsip yang wajib dipatuhi,” ujar Asrorun dalam pernyataannya dikutip dari MUI, Selasa, 26 November 2024.

Sebagai Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ni’am menjelaskan bahwa meskipun Isa Zega telah menjalani prosedur perubahan gender, secara hukum Islam, dirinya tetap dianggap sebagai laki-laki. Hal ini berarti Isa Zega wajib mengikuti ketentuan ibadah yang berlaku bagi laki-laki, termasuk dalam tata cara pelaksanaan umrah.

Dalam penjelasannya, Ni’am juga menyoroti larangan tegas dalam Islam bagi laki-laki untuk menyerupai perempuan, termasuk melakukan perubahan pada organ kelamin.

“Syariat melarang perbuatan tersebut. Mengubah kelamin adalah tindakan haram yang mendatangkan dosa,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa hukum syariat tetap merujuk pada jenis kelamin asli seseorang. Seorang laki-laki yang menjalani perubahan kelamin tetap memiliki kewajiban sesuai hukum laki-laki, termasuk dalam tata cara berpakaian, shalat, dan menjaga aurat.

Prof. Ni’am mengimbau masyarakat untuk memahami dan menaati aturan agama yang telah menetapkan perbedaan kewajiban ibadah antara laki-laki dan perempuan. “Umrah adalah ibadah yang memiliki syarat dan rukun tertentu. Apa yang dilakukan Isa Zega dengan mengikuti aturan perempuan saat umrah adalah salah dan termasuk perbuatan berdosa,” tutupnya.