PADANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban meninggal dunia akibat banjir lahar hujan di Provinsi Sumatera Barat telah mencapai 43 orang. Peningkatan jumlah korban tewas terjadi setelah tim pencarian dan pertolongan menemukan lima warga Kabupaten Tanah Datar dan satu warga Padang Pariaman yang telah meninggal dunia.
Dari enam jenazah yang ditemukan, empat di antaranya masih dalam proses identifikasi. Secara rinci, korban meninggal dunia per siang ini terdistribusi sebagai berikut: 19 orang di Kabupaten Agam, 14 orang di Kabupaten Tanah Datar, 8 orang di Kabupaten Padang Pariaman, dan 2 orang di Kabupaten Padang Panjang. Sementara itu, masih terdapat 15 orang yang belum ditemukan dalam proses pencarian.
Korban jiwa ini juga mengakibatkan warga terpaksa melakukan evakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat bahwa jumlah pengungsi di Kabupaten Agam mencapai 1.159 jiwa dan di Kabupaten Tanah Datar mencapai 2.039 jiwa.
Tim gabungan dari berbagai lembaga, termasuk BPBD Kabupaten Tanah Datar, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, terus melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Pada bagian lain, Kepala Kantor SAR Kota Padang Abdul Malik, menyatakan, “Total keseluruhan korban meninggal dunia di beberapa tempat mencapai 43 orang,” ujarnya dilansir Antara.
Menurut Abdul Malik, dari jumlah tersebut, 38 korban telah berhasil teridentifikasi. Pencarian korban yang masih belum ditemukan difokuskan pada sektor-sektor yang telah ditentukan, dari Kota Padang Panjang hingga aliran Sungai Batang Anai. Untuk memaksimalkan upaya pencarian, Basarnas Kota Padang dibantu oleh Basarnas Pekanbaru, Basarnas Mentawai, Basarnas Jambi, dan Basarnas pusat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, S.Sos.,M.M bertolak ke Sumatera Barat pada Senin (13/5/2024) untuk memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana banjir lahar dingin. Kunjungan ini menegaskan kehadiran negara dalam memastikan penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Suharyanto meninjau lokasi terdampak menggunakan helikopter yang akan disiapkan di Sumatera Barat.





