“Mereka tahu bagaimana bermain di final, dan bagaimana mempertahankan pikiran mereka. Tentu saja kami bangga bermain di final Piala Uber karena sudah bertahun-tahun. Jadi kami senang telah membuat terobosan,” kata Siti Fadia menanggapi kekalahan dikutip dari laman resmi Thomas dan Uber Cup 2024.
Ester mengakui bahwa pengalaman masuk final Piala Uber akan menjadi pembelajaran berharga baginya. “Saya belajar begitu banyak, terutama dalam menghadapi momen-momen kritis dan mengasah mental saya,” katanya. Meskipun meraih hasil yang di luar dugaan, Ester mengatakan masih ada ruang untuk peningkatan di masa depan. “Meskipun menanggung tekanan dari penonton, dukungan dari tim Indonesia membuat saya lebih bersemangat,” ucapnya dengan penuh rasa terima kasih.
Kemenangan atas Indonesia ini mengantarkan China merebut gelar Piala Uber ke-16. Dua tahun lalu, China melepas Piala Uber ke Korea Selatan. Dalam turnamen ini, China tak terkalahkan sepanjang turnamen selama seminggu penuh. Tren tersebut berlanjut hingga pertandingan final melawan Indonesia. “Kami terakhir kali memenangkan gelar pada tahun 2021; selama tiga tahun terakhir, kami mengalami kegagalan, dan saya senang kami bisa mendapatkan kembali gelar,” ungkap He Bing Jiao.