Tenang, Tenang, Tenang! Jika Caleg Hingga Timses Mengalami Stress, Ini Terapinya

Terapi Antistres Untuk Caleg Gagal

Marini, Dosen Faklultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, mengatakan bahwa kekalahan dalam Pemilu bisa menjadi pengalaman yang sangat mengecewakan dan stres bagi calon legislatif. Namun, dengan persiapan dan strategi yang tepat, mereka dapat mengelola dan bahkan meminimalkan stres tersebut.

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk calon legislatif yang mengalami kekalahan agar dapat mempersiapkan diri dan mengurangi stres :

Bacaan Lainnya

Pertama, penerimaan. Mengakui perasaan sedih, marah, atau frustrasi adalah normal dan merupakan bagian dari proses pemulihan. Penerimaan membantu dalam melepaskan perlawanan internal dan membuka jalan menuju pemulihan.

”Penerimaan akan kekalahan memungkinkan calon legislatif untuk menghadapi hasil pemilu dengan ketenangan dan martabat, menjaga integritas pribadi dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi,”ujar Marini, dikutip dari situs resmi UM Surabaya, Selasa (20/2/24).

Kedua, berpikir positif. Sering kali kekalahan membuat seseorang terjebak dalam narasi negatif tentang diri sendiri. Mengubah narasi internal ini dengan mengingatkan diri sendiri tentang keberhasilan, kekuatan, dan kemampuan dapat membantu membangun kembali kepercayaan diri dan perspektif positif terhadap masa depan.

Ketiga, fokus masa depan. Fokus pada apa yang dapat dikontrol dan mengambil langkah-langkah konstruktif menuju tujuan baru. Menetapkan tujuan kecil dan realistis dapat memberikan rasa pencapaian dan membantu membangun kembali momentum.

Keempat, menjaga kesehatan fisik. Melakukan olahraga, menjaga pola makan yang sehat, dan tidur yang cukup penting untuk menjaga kesehatan fisik. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dapat sangat membantu dalam mengelola stres.

Kelima, mindfulness dan meditasi. Mindfulness dan meditasi dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan meningkatkan kesadaran saat ini. Teknik ini membantu mengurangi perenungan negatif dan kecemasan tentang masa depan.

Keenam, melakukan teknik relaksasi. Menggunakan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, yoga, atau relaksasi otot progresif dapat membantu mengurangi ketegangan fisik dan emosional.

Ketujuh, konseling atau terapi. Bekerja dengan seorang psikolog atau terapis dapat memberikan dukungan profesional untuk mengelola emosi dan membangun strategi coping yang sehat. Terapi dapat membantu mengatasi perasaan kegagalan dan membangun kembali identitas positif.

”Terakhir, menjalani hobi. Melibatkan diri dalam kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan secara pribadi dapat memberikan jeda yang diperlukan dari tekanan politik dan memberikan kebahagiaan serta kepuasan,”pungkas Marini.❒

FOTO: Ilustrasi.

Pos terkait