Tenang, Tenang, Tenang! Jika Caleg Hingga Timses Mengalami Stress, Ini Terapinya

Fenomena caleg dan timses stres ini bahkan langsung muncul sehari setelah Pemilu. Salah satu indikasinya, ada 40 caleg mendaftar perawatan gangguan jiwa ke RSUD Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis, 15 Februari 2024.

”Mereka daftar periksa jiwa lewat online,” kata Kepala Pelayanan Medik RSUD Tamansari dr. Ngabila Salama, dikutip Selasa, 20 Februari 2024.

Bacaan Lainnya

Orang yang merasa punya gangguan jiwa yang mendaftar pemeriksaan itu, kata Ngabila, tidak semuanya caleg. Ada juga timses. Tapi, Ngabila tidak menyebutkan identitas pasien, termasuk tidak disebutkan, anggota timses siapa. ”Pokoknya timses,” ujar dia.

Kok tahu timses? ”Tertera di kolom institusi pada blangko pendaftaran,” terang Ngabila.

Sesuai prosedur penerimaan pasien di RS Tamansari, setiap pasien akan dites. Jika dokter jiwa menyatakan masih normal, pasien tidak perlu dirawat. Tapi, jika agak kurang waras, disebut post traumatic stress disorder (PTSD), pasien perlu perawatan dokter ahli jiwa. Kalau dibiarkan, mereka bisa tambah gila.

”Kebijakan RSUD Tamansari, mulai 20 Februari 2024, pendaftaran uji stres di sini gratis. Kalau sebelumnya masih berbayar,” Ngabila menambahkan.

Pendaftaran pasien berbayar baru dimulai 20 Februari 2024 karena sejak saat itulah ada kepastian, apakah caleg kalah atau menang. Tapi, baru sehari setelah Pemilu, sudah 40 orang yang daftar uji stres. Mungkin mereka terlalu dini untuk stres. Proses penghitungan suara belum selesai.

Ngabila menganjurkan masyarakat, terutama peserta Pemilu, agar mencegah stres. Caranya dengan selalu berpikir positif dan mengambil hikmah positif dari setiap peristiwa. Termasuk peristiwa kalah di Pemilu.

“RSUD Tamansari, pada kondisi tertentu yang terkontrol, juga merawat kasus gangguan jiwa dirawat inap, seperti skizofrenia, skizoafektif, bipolar, gangguan mental organik, dan lainnya. Jika tidak memungkinkan, pasien akan dirujuk ke RS Soeharto Heerdjan atau RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur,” Ngabila menjelaskan.

Di Jakarta sendiri ada 13 RSUD yang siap menampung caleg gagal. Itu belum termasuk 25 puskesmas yang siaga untuk penanganan pertama gangguan jiwa. Pasien yang dinilai parah akan dirujuk ke rumah sakit jiwa.

Sementara itu, di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat–yang juga melayani caleg dan timses stres–pasien yang dinyatakan parah akan dirujuk ke RSJ Lembang, Bandung Barat. Atau ke RS. Marzoeki Mahdi.

Direktur Utama RSUD Sayang, Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy kepada wartawan mengatakan, berbagai pelayanan akan dikerahkan untuk mengatasi caleg stres. Mulai kunjungan rumah sakit, ruang rawat inap, hingga rujukan perawatan di RSJ Lembang. Itu rutin dilakukan setiap selesai pemilu.

Bagaimana bentuk gejala stres caleg gagal? Irvan menjelaskan, begini:

”Banyak keluhan dari para caleg yang dirasakan menjelang atau setelah Pemilu. Misalnya, sakit kepala atau nyeri pada ulu hati. Namun, setelah dicek dengan alat medis, semuanya normal. Itu menandakan psikosomatis. Bergantung pemeriksaan mendalam, derajat keparahannya seberapa.”

Pos terkait