“Secara lebih kontekstual, studi dilakukan atas keprihatinan akan kondisi pembelajaran—khususnya pada mata pelajaran matematika—di sekolah dasar Indonesia,” tuturnya. Dengan formula temuannya itu, Imam berharap, pembelajaran matematika bisa menjadi lebih menyenangkan.
Imam F. Rahmadi merupakan alumni MANPK Surakarta. Saat ini dia adalah dosen di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Imam memulai studi doktoralnya tepat sebelum pandemi Covid-19, pada pertengahan November 2019, melalui beasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Austria’s Agency for Education and Internationalisation (OeAD-GmbH) dan ASEAN European Academic University Network (ASEA-UNINET) bertajuk Indonesia-Austria Scholarship Programme.
Temuan Imam ini, bila saja diterapkan secara massif di sekolah-sekolah Indonesia, mungkin bisa membantu peserta didik—yang umumnya ‘takut’ matematika—melihat keindahan ‘mata pelajaran suci’ ini.
*Foto: Imam Fitri Rahmadi ketika menjalani ujian promosi doktoral di Johannes Kepler Universität Linz, Austria.(Dok. Istimewa)
(Wijdan)





