Tasyakuran Hari Kartini di Situs Ndalem Pojok Kediri; Merayakan Habis Gelap Terbitlah Terang

Situs Ndalem Pojok mengenalkan para pahlawan perempuan yang dikemas dalam acara tasyakuran Hari Kartini digelar pada Sabtu (20/4/2024) malam. Foto:IST
KEDIRI — ”Tetapi apakah kecerdasan pikiran itu sudah berarti segala-galanya? Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan.  Salah satu sifat orang Jawa yang tidak baik, yang kalau perlu dibasmi inilah sifat gila sanjungan, dan kami hanya dapat mencapainya melalui pendidikan akhlak,” (Arbaningsih, 2005:3151).

Demikianlah satu di antara ratusan pemikiran Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat (21 April 1879 – 17 September 1904) yang melompati zamannya. Sudah 145 tahun (21 April 1879 — 21 April 2024), namun pemikiran RA Kartini tetap relevan dengan kondisi kekinian.

Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno menggelar acara tasyakuran Hari Kartini pada Sabtu (20/4/2024) malam. Foto:IST

Kutipan di atas seperti dilansir laman ESI Kemdikbud, menunjukkan bahwa sifat gila sanjungan adalah penyakit orang jawa yang mengakar lebih dari 145 tahun. RA Kartini menilai, gila jabatan dan sanjungan hanya bisa dibasmi melalui pendidikan akhlak.

RA Kartini lahir di Mayong, Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879 dari pasangan Adipati Aria Sosroningrat dan M. A. Ngasirah. Sebelum menjadi Bupati Jepara, ayahnya menjabat sebagai Asisten Wedana onder-distrik Mayong, Jepara. Sedangkan M.A. Ngasirah adalah putri dari KH. Modirono, seorang guru agama sekaligus pimpinan sebuah pesantren dari Telukawur, Jepara.

Bacaan Lainnya

Pemikiran RA Kartini rupanya telah menjadi inspirasi para perempuan Indonesia. Sejak zaman Kartini, rahim ibu pertiwi telah melahirkan nama-nama besar pahlawan perempuan. Merekalah para pembawa pencerahan bagi bangsanya, bangsa Indonesia.

“Kami ingin menyampaikan bahwa keberadaan para Pahlawan Perempuan Indonesia tidak boleh dilupakan. Melalui momen tasyakuran Hari Kartini ini, kami ingin mengangkat nama-nama besar seperti Dewi Sartika, Nyi Agung Serang, Ratu Kalinyamat, dan banyak lagi. Mereka adalah pahlawan-pahlawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa kita,” ungkap Erni Ningtyas, panitia tasyakuran Hari Kartini, Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/4/2024).

Pos terkait