Pada Hari Raya Natal 2025, di tengah hiruk-pikuk perayaan iman, sebuah isyarat sunyi tentang persatuan bergerak dari kota ke kota—menyusuri gereja, menepi di tangan para pendeta, dan berlabuh sebagai tanda kasih lintas keyakinan.
Pada Kamis, 25 Desember 2025, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari menyalurkan 40 parsel Natal bertajuk Getszemanikepada para pendeta di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jombang, Malang, Sidoarjo, Gunungkidul, Cirebon, Gorontalo, hingga sejumlah daerah lain. Program ini dirancang sebagai tali asih—sebuah ungkapan penghormatan dan apresiasi atas pelayanan para pemuka gereja kepada jemaat, sekaligus penegasan komitmen perusahaan terhadap nilai toleransi dan kebersamaan.
Setiap parsel memiliki nilai total Rp1,6 juta. Isinya bukan sekadar bingkisan perayaan: kue Natal, kue kering, buah-buahan, produk Getszemani tiga slop, serta wedang salam. Di dalamnya juga disertakan amplop persembahan—Rp500 ribu untuk gereja dan santunan Lura Stolae senilai Rp200 ribu—sebagai bentuk penghargaan yang menyentuh ranah simbolik dan praktis sekaligus.
Distribusi dilakukan merata namun terukur. Jombang menerima lima parsel, Malang tiga, Sidoarjo tiga, Gunungkidul enam, Cirebon tiga, Gorontalo dua, dan sisanya menyebar ke wilayah lain hingga total 40 paket. Pola ini menandai upaya konsisten menjangkau Indonesia sebagai ruang bersama—bukan sekadar titik-titik geografis, melainkan jejaring relasi sosial yang hidup.

Choirul Huda, penanggung jawab program tali asih, menyebut inisiatif ini sebagai upaya merawat “kerukunan umat satu pohon.” Metafora itu, katanya, merujuk pada Pohon NKRI—tempat berbagai suku, bahasa, dan agama berteduh dalam satu naungan. Negara, dalam pandangannya, adalah batang yang sama; warganya adalah ranting yang berbeda arah, tetapi berakar pada tanah yang satu.
Getszemani sendiri dipilih bukan tanpa makna. Varian produk Sehat Tentrem itu digambarkan sebagai pohon—lambang persatuan—yang menegaskan pentingnya saling menghormati dalam keberagaman. Di balik kemasan dan ritual serah terima, tersimpan pesan filosofis tentang Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai fondasi kebersamaan.





