12 Titik Rawan Macet Nataru di Jatim, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ilustrasi kemacetan.
Dishub Jatim memetakan 12 titik rawan macet selama libur Natal dan Tahun Baru 2025.

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur memetakan sedikitnya 12 titik lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Pemetaan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di jalur wisata dan simpul transportasi utama.

Kepala Dishub Jatim, Nyono, menyebut sejumlah titik rawan berada di wilayah Pasuruan, Malang Raya, Mojokerto, Kota Batu, hingga Banyuwangi. “Kami sudah mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas,” ujar Nyono, Jumat (26/12/2025).

Jalur Wisata dan Tol Jadi Fokus Pengamanan

Adapun titik rawan kemacetan meliputi Simpang 3 Mengkreng, ruas Jalan Wisata Cimory Prigen Pasuruan, kawasan Taman Dayu Pandaan, serta Exit Tol arah Taman Dayu. Kepadatan juga diprediksi terjadi di Ruas Jalan Karanglo Malang, Pintu Tol Pakis, Simpang 3 Bendo Mojokerto, dan kawasan Alun-alun Kota Batu.

Bacaan Lainnya

Selain itu, jalur wisata di Kota Batu seperti Jatim Park 1, 2, dan 3, Museum Angkut, serta ruas jalan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masuk dalam daftar perhatian Dishub.

Rekayasa Lalu Lintas dan Petugas Tambahan

Nyono mengatakan, penanganan kemacetan akan dilakukan bersama kepolisian dan pemangku kepentingan terkait melalui rekayasa lalu lintas situasional. Dishub Jatim juga menyiapkan rambu lalu lintas portable, traffic cone, water barrier, serta penempatan petugas tambahan di titik-titik krusial.

“Kita siapkan perlengkapan lalu lintas dan personel untuk mendukung rekayasa di lapangan,” kata Nyono.

Terminal Tipe B Jadi Rest Area Alternatif

Untuk mendukung keselamatan pemudik, Dishub Jatim menyediakan 29 terminal Tipe B yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sementara. Terminal tersebut tersebar di berbagai wilayah, antara lain Terminal Padangan, Lamongan, Bunder, Caruban, Maospati, Batu, Hamid Rusdi, Landungsari, Bondowoso, Situbondo, hingga Terminal Pare dan Mojosari.

Nyono mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan agar terhindar dari kecelakaan.

Arus Masuk Jatim Diproyeksikan Lebih Besar

Secara nasional, pergerakan masyarakat pada periode Nataru 2025 diproyeksikan meningkat 2,71 persen. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi tujuan utama dengan estimasi arus masuk mencapai sekitar 16 juta orang.

Pos terkait