Rombongan VIP berfoto di tikungan tajam Sitinjau Lauik dan menahan laju kendaraan. Polda Sumbar kini menegur petugas patwal.
Peristiwa yang menjadikan salah satu jalur paling ekstrem dan rawan kecelakaan di Sumatera Barat sebagai lokasi pemotretan dadakan ini sontak memicu kontroversi.
Aksi nekat yang mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain tersebut kini menjadi sorotan tajam setelah rekamannya menyebar luas di dunia maya, memancing kecaman publik sekaligus evaluasi dari institusi kepolisian setempat.
Aksi Berbahaya di Jalur Ekstrem
Sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial menunjukkan rombongan mobil dengan pengawalan polisi berhenti mendadak di kawasan Sitinjau Lauik.
Rombongan yang menggunakan mobil jenis Toyota Fortuner dan Kijang Innova tersebut sengaja menyetop sementara laju kendaraan lain di tengah tanjakan dan tikungan curam.
Bukannya menghadapi keadaan darurat, beberapa penumpang justru turun untuk berfoto-foto di tengah jalan. Akibatnya, kendaraan besar seperti truk di kedua arah terpaksa berhenti dan menunggu rombongan selesai berpose.
Tindakan ini langsung memicu kritik tajam dari warganet. Mengutip akun Threads joezenzie, publik menilai kejadian tersebut sangat tidak masuk akal dan memprihatinkan.
“Di tikungan yang terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Mirisnya ini dikawal oleh Polantas,” tulis akun tersebut.
View on Threads
Tanggapan Praktisi Keselamatan Berkendara
Kawasan Sitinjau Lauik memang terkenal sebagai jalur ekstrem yang rawan kecelakaan. Menanggapi insiden ini, Praktisi Keselamatan Berkendara dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menegaskan bahwa tindakan berhenti di lokasi tersebut sangat membahayakan.
Erreza menjelaskan bahwa kendaraan besar sangat membutuhkan area tersebut untuk bermanuver. “Merujuk kepada peraturan, sudah banyak pelanggaran di sana. Memang daerah ini sudah tidak aman dan memiliki hazard (bahaya),” tegas Reza dikutip dari detikOto, Senin (13/4/2026).
Ia juga mengimbau setiap pengguna jalan untuk selalu menerapkan etika dan mengantisipasi bahaya (defensive driving) agar selamat di jalan raya.
Polda Sumbar Benarkan Kejadian dan Beri Teguran
Merespons video yang viral, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat akhirnya angkat bicara. Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes M Reza Chairul, membenarkan peristiwa tersebut, meski ia menyebut kejadiannya berlangsung sekitar satu minggu yang lalu.
Berdasarkan informasi, rombongan tersebut diduga membawa eks anggota DPR, Arteria Dahlan, yang sedang memiliki agenda kegiatan di wilayah Solok Kota.
Kombes Reza menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas. “Iya, itu yang mengawal dari Satlantas Polres Solok Kota. Sudah saya tegur Kapolres dan Kasatlantasnya,” ujarnya, Ahad (12/4/2026).
Meski demikian, Reza mengklaim bahwa aktivitas foto-foto tersebut tidak memakan waktu lama, hanya sekitar satu menit, dan tidak memicu kemacetan panjang. Ia juga menyamakan insiden ini dengan kebiasaan masyarakat yang kerap berhenti sejenak untuk memberikan bingkisan kepada sukarelawan pengatur lalu lintas di tikungan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Solok Kota maupun pihak Arteria Dahlan mengenai insiden tersebut.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan bersama, terutama di jalur-jalur ekstrem yang membutuhkan konsentrasi tinggi.***





