Surabaya menyiapkan atlet, arena pertandingan, layanan kesehatan, dan keamanan sejak dini demi mengejar target 250 emas Porprov Jatim 2027.
Pemerintah Kota Surabaya bersama KONI Surabaya mulai mematangkan kesiapan Porprov Jatim 2027. Persiapan itu mencakup arena pertandingan, pembinaan atlet, layanan kesehatan, hingga manajemen keamanan penonton.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, persiapan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Pemkot menggandeng sejumlah perguruan tinggi, antara lain UNESA, Universitas Ciputra, dan Universitas Hang Tuah, untuk mendukung fasilitas pertandingan dan kebutuhan atlet.
“Kami meminta seluruh ketua cabor untuk meninjau langsung venue di lapangan. Apa kekurangannya untuk segera diperbaiki. Kami butuh masukan untuk kesempurnaan, karena target kita adalah 250 medali emas,” kata Eri, Selasa, 28 April 2026.
Keamanan Jadi Perhatian
Eri juga menyoroti pentingnya pengaturan alur penonton dan keamanan pertandingan. Ia tidak ingin penyelenggaraan Porprov di Surabaya diwarnai keributan antarsuporter atau gesekan antarkelompok olahraga.
“Saya tidak ingin ada tawuran. Porprov adalah tentang sportivitas. Senior harus memberikan contoh bagi yang muda. Kita ingin menunjukkan bahwa Surabaya adalah contoh pelaksanaan Porprov yang tertib dan sportif,” ujar Eri.
Untuk mengantisipasi risiko cedera, Pemkot Surabaya dan KONI menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta sejumlah rumah sakit, termasuk RS Ubaya dan RS Al-Irsyad. Atlet disiapkan mendapat akses layanan gawat darurat tanpa terkendala biaya.
“Kalau dalam pertandingan nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, bisa langsung tertangani oleh rumah sakit dan tidak perlu memikirkan biaya dari mana,” kata Eri.
KONI Jalankan Puslatsus
Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom mengatakan, pihaknya tengah menjalankan program Pusat Latihan Khusus atau Puslatsus perdana. Program itu diikuti 499 atlet dan 129 pelatih dari 36 cabang olahraga.
Menurut Arderio, pembinaan atlet menggunakan pendekatan sport science hasil kerja sama dengan UNESA. Pendekatan ini dipakai untuk memastikan kondisi fisik atlet berada pada level maksimal saat bertanding.
Ia menyebut hasil pembinaan dari Piala Wali Kota sudah sesuai harapan, baik dari sisi jumlah maupun usia atlet berprestasi. Seluruh perkembangan atlet dipantau Bidang Pembinaan Prestasi dan Badan Pelaksana KONI Surabaya.
Arderio berharap koordinasi Pemkot Surabaya dan KONI bisa menjaga ritme persiapan hingga Porprov 2027 digelar. Cabang unggulan seperti akuatik, judo, dan golf turut disiapkan untuk menopang target 250 medali emas.***





