Aplikasi Serupa di Masa Sebelumnya
Sebenarnya aplikasi Ustadzku ini bukan hal baru. Pada tahun 2022 lalu, misalnya, Menteri Agama waktu itu, Yaqut Cholil Qoumas, pernah meluncurkan aplikasi Ustadzkita. Aplikasi ini dikembangkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag dan bisa diakses melalui playstore.
Aplikasi ini diharapkan bisa diakses masyarakat umum, sehingga masyarakat bisa mencari dai untuk diundang memberikan tausiah dan pemahaman kegamaan.
Sedangkan di tahun 2018, Pengurus Pusat Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) juga pernah meluncurkan aplikasi pencarian ustaz dengan nama Ustadzqu. Aplikasi ini diklaim untuk memudahkan masyarakat, khususnya umat Islam, dalam menemukan ustaz sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, mulai dari urusan ibadah sampai konsultasi keagamaan praktis.
Pada 2019, ahli tafsir Al Quran, Muhammad Quraish Shihab juga meluncurkan situs CariUstadz.id. Situs ini dibuat untuk memudahkan kaum Muslim, khususnya Muslim urban, dalam menemukan ustad atau ustadah yang bukan hanya kompeten, namun juga memiliki gaya dakwah yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Tidak semua ustad dapat dimasukkan ke situs ini. Syaratnya ada tiga, yakni berilmu, toleran, dan apakah muridnya bertambah pengetahuan atau tidak.
Cariustadz.id merupakan salah satu buah pikiran dari Pusat Studi Al-Quran (PSQ), yang diklaim memiliki visi membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah masyarakat yang majemuk. Sehingga di situs ini, ustad atau ustadah yang dihadirkan bukan hanya berkompetensi mumpuni, namun juga merupakan sosok yang ramah dan moderat.
Pada setiap profil ustad atau ustadah yang ada di situs ini, dapat ditemukan pula tautan ke akun media sosial mereka masing-masing. Sehingga masyarakat dapat meninjau lebih jauh pendekatan dakwah sang ustadz, meski belum pernah bertemu langsung. Situs ini juga dilengkapi dengan sarana-sarana seperti pemilihan lokasi, jenis kajian, gender ustaz/ustazah.***





