Pemerintah Iran mengecam tindakan tersebut sebagai agresi terhadap kedaulatan negara dan pelanggaran hukum internasional.
Eskalasi yang sebelumnya berlangsung dalam pola perang bayangan kini bergerak ke konfrontasi langsung.
Dampak Regional dan Global
Maskapai internasional mulai mengalihkan rute penerbangan dari wilayah udara Teluk. Beberapa negara Arab menutup sementara sebagian ruang udara mereka.
Harga minyak mentah global bergerak fluktuatif dalam perdagangan Asia. Investor mencermati potensi gangguan jalur energi strategis, termasuk Selat Hormuz.
AP News melaporkan Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut serangan awal Israel–Amerika sebagai “agresi bersenjata yang tidak diprovokasi”.
Sementara itu, sebagaimana dilaporkan The Guardian, pemerintah Inggris menggelar rapat darurat Cobra untuk menilai dampak keamanan regional.
Risiko Eskalasi Terbuka
Beberapa Analis keamanan menyebut serangan langsung Iran ke instalasi militer AS di luar wilayahnya sebagai momen paling berbahaya sejak krisis Teluk 2019–2020.
Jika korban militer meningkat atau salah satu pihak memperluas target serangan, konflik dapat berkembang menjadi perang kawasan yang lebih luas.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon terkait tingkat kerusakan di pangkalan yang disasar.
Ketegangan di Timur Tengah kini tidak lagi terbatas pada operasi proksi. Konfrontasi terbuka telah dimulai, dengan implikasi yang melampaui kawasan.***





