​Dilema Guru Madrasah: Target Wakaf Uang Rp50 Miliar Kemenag Jateng vs Nasib TPG yang Menggantung

Target wakaf Kemenag Jateng sebesar Rp50 miliar memicu dilema bagi guru madrasah yang masih cemas menanti kejelasan Tunjangan Profesi Guru (TPG). - AI Generate
Target wakaf Kemenag Jateng sebesar Rp50 miliar memicu dilema bagi guru madrasah yang masih cemas menanti kejelasan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

​Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah baru saja meluncurkan Gerakan Wakaf Uang.

Acara peluncuran ini berlangsung meriah di Auditorium Majeng, Semarang, pada Jumat (13/2/2026), dengan melibatkan jajaran Kemenag, ormas Islam, hingga madrasah secara hibrida. Melalui gerakan ini, Kemenag Jateng mematok target fantastis, yakni menghimpun dana wakaf hingga Rp50 miliar pada tahun 2026.

​Ironi di Balik Himbauan Berwakaf

​Namun, gerakan mulia ini justru memunculkan keprihatinan di kalangan guru madrasah. Kemenag memang menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelopor, tetapi himbauan ini juga menyasar para pendidik di lingkungan madrasah.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, ajakan untuk menyisihkan penghasilan datang tepat ketika nasib pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2025 belum juga menemukan titik terang.

​Beban para pahlawan tanpa tanda jasa ini makin terasa berat. Meski edaran resmi Kanwil Kemenag Jateng menyebutkan bahwa nominal wakaf bersifat seikhlasnya, di lapangan beredar kabar adanya angka patokan yang bervariasi. Sebagian pihak bahkan menyebut nominal hingga satu juta rupiah.

​Kondisi ini menciptakan paradoks yang sangat nyata. Pemerintah menuntut partisipasi finansial dari para guru untuk memberdayakan ekonomi umat, sementara hak dasar guru untuk menerima tunjangan profesi yang menyokong dapur mereka sendiri tak kunjung pemerintah penuhi.

​Panggilan Nurani dan Mesin Pahala

​Mengesampingkan realitas pahit di arus bawah, para pemangku kepentingan tetap optimis menjalankan program ini. Ketua Nazhir Wakaf Uang BWI Jawa Tengah, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengelola dan menyalurkan hasil wakaf untuk sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat kurang mampu.

​Untuk membakar semangat para peserta, Eman melontarkan pernyataan yang cukup tajam.

Pos terkait