Truk bantuan Lazismu PWM DKI Jakarta mengalami kecelakaan rem blong di turunan Sitinjau Lauik, Padang.
Truk pengangkut bantuan kemanusiaan Lazismu PWM DKI Jakarta bekerja sama dengan CIMB Niaga Finance mengalami kecelakaan di jalur turunan tajam Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu, 17 Desember 2025, siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu diduga akibat kegagalan fungsi pengereman atau rem blong.
Sopir truk, Kusnadi, 46, mengatakan kondisi kendaraan telah diperiksa sebelum keberangkatan dan dinyatakan aman. Namun, medan ekstrem Sitinjau Lauik yang panjang dan curam, ditambah kemacetan, membuat sistem pengereman tidak mampu bekerja optimal.
“Sebelum berangkat semua aman, termasuk rem. Tapi turunan di Sitinjau Lauik cukup panjang, hampir setengah kilometer, dan macet. Jadi remnya tidak kuat,” ujar Kusnadi dikutip dari laman Jakartamu, Kamis, 18 Desember 2025.
Kecelakaan terjadi saat truk memasuki jalur turunan yang dikenal rawan kecelakaan itu. Ketika pengereman tidak berfungsi maksimal, Kusnadi dihadapkan pada pilihan sulit. Untuk menghindari truk terjun ke jurang, ia memilih menabrak kendaraan di depannya.
“Kalau banting setir ke kiri, pasti masuk jurang. Akhirnya saya pilih menabrak kendaraan di depan,” tuturnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh barang bantuan juga dipastikan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan. Namun, bagian atas kabin truk terlepas dan rusak berat. Kusnadi sendiri mengalami patah tulang paha dan harus menjalani operasi pada Rabu malam. Saat ini, sopir asal Kendal, Jawa Tengah itu masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Barang bantuan selamat. Padahal jarak ke tujuan tinggal sekitar 40 kilometer lagi, kira-kira satu jam perjalanan,” imbuhnya.
Jalur Sitinjau Lauik dalam sepekan terakhir menjadi salah satu ruas paling padat di Sumatera Barat. Jalur tersebut menjadi satu-satunya akses yang dapat dilalui setelah sejumlah ruas jalan lain terdampak longsor dan banjir, sehingga memicu antrean kendaraan panjang.
Ketua Lazismu PWM DKI Jakarta, Lambang Saribuana, memastikan seluruh bantuan dari truk yang mengalami kecelakaan telah diamankan dan dipindahkan ke kendaraan lain.
“Tidak ada yang tercecer atau hilang. Semua langsung dipindahkan ke truk lain dan dibawa ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Barat di Kota Padang,” kata Lambang.
Truk yang dikemudikan Kusnadi merupakan satu dari tiga armada bantuan kemanusiaan yang dikirim PWM DKI Jakarta untuk korban bencana di Pulau Sumatera. Total bantuan mencapai 18 ton, terdiri atas 6 ton sembako senilai Rp250 juta hasil kerja sama Lazismu PWM DKI Jakarta dengan CIMB Niaga Finance, serta 12 ton bantuan dari Lazismu PWM Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Selain disalurkan ke Kota Padang, bantuan kemanusiaan tersebut juga dikirim ke Banda Aceh dan Kota Medan.***





