Rawon Mendunia, Tujuh Kuliner Jatim Lain Menanti Dicicipi

Makanan legendaris Jawa Timur
Ilustrasi rawon. (Samudra Fakta)

Rawon sudah menembus daftar makanan terbaik dunia. Namun lidah Jawa Timur tidak berhenti di kuah hitam: masih ada pecel, rujak cingur, hingga tahu tek yang menunggu.

Kuah hitam rawon sudah lama dikenal jauh di luar Jawa Timur. Dalam daftar TasteAtlas 2024/2025, sup daging berbumbu kluwek itu menempati peringkat keenam makanan terbaik dunia, tepat di bawah piza dan kebab.

Rawon sebenarnya baru pintu masuk. Dari Lamongan sampai Gresik, setiap daerah di Jawa Timur memiliki menu andalan dengan rasa yang berbeda, mulai dari gurih, asam, manis, hingga pedas.

Berikut delapan kuliner yang layak masuk daftar santap saat Anda berkunjung ke provinsi ini.

Bacaan Lainnya

1. Rawon, kuah hitam yang mendunia

Warna gelap rawon berasal dari kluwek atau keluak, rempah hitam yang membuat proses memasaknya tidak sederhana. Rasanya cenderung gurih, cocok bagi Anda yang tidak tahan pedas.

Reputasinya juga bertahan. Pada pembaruan April 2026, TasteAtlas masih menempatkan rawon di jajaran 50 sup terbaik dunia. Rawon paling nikmat disantap bersama nasi putih, tauge pendek, kerupuk, dan telur asin.

2. Soto, satu nama banyak wajah

Soto memang tersebar di hampir seluruh Nusantara. Namun di Jawa Timur, setiap daerah memberikan sentuhan berbeda pada kuah dan pelengkapnya.

Soto Lamongan dikenal lewat taburan koya, bubuk gurih dari kerupuk udang dan bawang putih. Sementara itu, soto Madura identik dengan potongan daging sapi yang melimpah.

3. Rujak cingur, ikon Kota Pahlawan

Rujak cingur lahir di Surabaya. Cingur adalah bagian mulut atau moncong sapi yang direbus, lalu dicampur tahu, tempe, timun, nanas, lontong, sayuran, dan bumbu kacang berpetis.

Bagi pendatang, menu ini kerap terasa sebagai tantangan rasa. Meski begitu, rujak cingur kini telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dan menjadi identitas kuliner Surabaya.

4. Pecel, akrab di seluruh penjuru

Pecel berisi sayuran rebus, seperti kacang panjang, tauge, mentimun, dan daun singkong, yang disiram sambal kacang pedas. Peyek kacang menjadi pelengkap yang hampir wajib.

Menu ini mudah ditemukan di hampir semua daerah di Jawa Timur. Versi yang paling tersohor datang dari Madiun.

5. Bakso Malang, semangkuk ramai isian

Bakso tersedia di hampir setiap kota, tetapi bakso Malang memiliki ciri tersendiri. Semangkuknya biasanya penuh isian, mulai dari bakso daging, tahu bakso, dan siomay, hingga pangsit goreng yang renyah.

6. Nasi krawu, kebanggaan Gresik

Nasi krawu berasal dari Gresik dan lazim disajikan di atas daun pisang. Isinya suwiran daging sapi, jeroan, serundeng, dan sambal terasi yang menggigit.

Bagi warga Gresik, menu ini lebih dari sekadar makanan. Nasi krawu telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan menjadi ikon kota.

7. Lontong balap, lahir dari langkah tergesa

Nama lontong balap konon berasal dari para penjualnya dulu, yang memikul dagangan sambil setengah berlari agar tidak kehilangan pembeli. Isinya lontong, tauge, tahu goreng, kecap, dan kuah gurih.

Kunci rasanya ada pada lentho, gorengan dari kacang tolo. Setiap suapan menghadirkan perpaduan gurih, pedas, dan manis.

8. Tahu tek, tahu bersiram petis

Sesuai namanya, tahu menjadi bahan utama hidangan ini. Tahu goreng dicampur lontong, kentang, tauge, dan acar, lalu disiram bumbu kacang petis.

Tambahan telur dadar membuatnya makin mantap. Sepiring tahu tek bisa menjadi penutup yang pas untuk perjalanan rasa Anda di Jawa Timur.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan