Kekurangan ruang kelas membuat sebagian siswa belajar di perpustakaan tanpa bangku. Sekolah menyebut penggantian bangku dan kursi sudah diajukan sejak Maret.
Sebagian siswa SDN Semolowaru IV, Kota Surabaya, harus belajar dengan duduk lesehan di perpustakaan karena kekurangan ruang kelas dan bangku. Sekolah memiliki delapan ruang kelas untuk menampung 12 rombongan belajar.
Kondisi itu ditemukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau sekolah pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia datang setelah menerima laporan warga melalui hotline mengenai keterbatasan fasilitas belajar.
“Di perpustakaan juga tidak tersedia bangku, sehingga para siswa harus belajar dengan duduk lesehan,” kata Eri dalam keterangannya, Minggu, 11 Oktober 2026.
Kekurangan ruang kelas juga membuat empat rombongan belajar harus masuk siang. Selain itu, Eri mendapati sebagian bangku dan kursi kayu siswa sudah berlubang.
Pengajuan sejak Maret
Kepala SDN Semolowaru IV Novita Aprilianti mengatakan sekolah telah mengajukan penggantian bangku dan kursi yang tidak layak sejak Maret. Namun, pengajuan itu belum terealisasi hingga peninjauan dilakukan.
“Itu sudah kami lakukan di bulan Maret untuk pengajuan. Tapi sampai sekarang juga belum ada,” kata Novita.
Sekolah, menurut Novita, telah mengatur jadwal pembelajaran untuk mengoptimalkan fasilitas yang tersedia. Kebutuhan yang belum terpenuhi disampaikan melalui surat elektronik kepada pemerintah kota.
Keterbatasan sekolah juga mencakup tenaga pengajar. Novita menyebut SDN Semolowaru IV kekurangan tiga guru sehingga sejumlah guru harus menangani tugas mengajar tambahan.
“Selain itu kami juga kekurangan tiga guru. Jadi, masih banyak guru yang dobel untuk mengajarnya,” ujarnya.
Pembenahan ditargetkan pada 2027
Menindaklanjuti temuan tersebut, Eri meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah negeri. Ia mengarahkan anggaran untuk mendahulukan fasilitas dasar, termasuk ruang kelas dan kamar mandi.
“Daripada mengadakan berbagai kegiatan yang membebani wali murid, lebih baik anggaran diprioritaskan untuk membenahi sarana dan prasarana terlebih dahulu,” katanya.
Eri juga meminta maaf atas kondisi sekolah negeri yang berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kota Surabaya. Menurutnya, fasilitas belajar perlu dibenahi untuk mendukung kenyamanan dan prestasi siswa.
Ia menargetkan pembenahan seluruh SD dan SMP negeri di Surabaya pada 2027. Keterangan tersebut belum merinci jadwal pemenuhan kebutuhan ruang kelas, bangku, maupun guru di SDN Semolowaru IV.
“Insyaallah pada 2027, semua sekolah negeri, baik SD maupun SMP, akan saya benahi. Jadi, anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan prestasinya juga bisa semakin baik,” kata Eri.***





